Kangpandoe’s Weblog

Maret 19, 2008

Presiden Berikan Apresiasi Terhadap Jajaran Departemen Keuangan

Filed under: MoF NEWS — kangpandoe @ 1:41 am

“Saya memberikan apresiasi kepada jajaran Depkeu untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik sehingga rakyat dan dunia usaha kita sangat terbantu. Makin efisien, makin cepat, dan makin mudah maka akan mendorong kembali kebangkitan sektor riil dan dunia usaha kita.” Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja di Departemen Keuangan. (21/02)

Sidang Kabinet Terbatas Bidang Keuangan

Kunjungan ini merupakan kunjungan kali kedua Kepala Negara dalam Kabinet Indonesia Bersatu pasca kunjungan pertama 23 Januari 2006 silam. Selain melakukan kunjungan kerja, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia juga menggelar sidang kabinet terbatas bidang keuangan untuk merespon berbagai hal yang terjadi di bidang keuangan dan gejolak ekonomi yang terjadi baik pada tingkat global, regional, dan nasional.

“Hari ini saya beserta Wapres dan para menteri terkait kembali berkunjung ke Departemen Keuangan untuk menerima laporan dari Menteri Keuangan menyangkut kinerja dan berbagai aspek yg dikelola oleh Departemen Keuangan sekaligus dengan sidang kabinet terbatas bidang keuangan untuk merespon berbagai gejolak ekonomi yang terjadi dewasa ini baik pada tingkat global, regional maupun nasional untuk menemukan solusi dan kebijakan yang tepat.” Ungkap Presiden.

Pada sidang kabinet terbatas di Departemen Keuangan kali ini Presiden secara khusus memberikan perhatian pada berbagai gejolak, dinamika, dan perkembangan ekonomi global yang memiliki dampak yang nyata pada ekonomi nasional.

Dampak Gejolak Ekonomi Global

Masih pada kesempatan yang sama Presiden mengungkapkan berbagai penyebab timbulnya gejolak ekonomi global yang antara lain disebabkan oleh permasalahan keuangan global yang dipicu oleh kredit macet perumahan di Amerika Serikat. Kemudian gejolak ekonomi global juga ikut dipicu oleh tingginya harga minyak mentah dunia serta inflasi atas beberapa komoditas pangan yang tentu berdampak pada ekonomi bangsa-bangsa di dunia ini.

Bagi Indonesia, gejolak dan perkembangan itu memiliki kaitan atau dampak pada perekonomian nasional. Gejolak ekonomi global tersebut antara lain akan berdampak pada ekspor di tahun 2008 dan 2009 mendatang serta menimbulkan inflasi terhadap komoditas pangan tertentu akibat kenaikan harga minyak dunia.

Maka sebagai konsekuensi kenaikan harga minyak dunia, subsidi juga akan mengalami pembengkakan yang tentunya memerlukan solusi dan kebijakan untuk menyelamatkan APBN. Oleh karenanya Presiden menekankan pentingnya kita melakukan penyesuaian terhadap APBN tahun 2008 ini. “Karena asumsi berubah, maka tentu dilakukan adjustment agar APBN itu tetap credible dan dapat membiayai belanja negara kita.” Jelas Presiden.

Selain itu, Presiden memberikan perhatian khusus pada dampak yang ditimbulkan gejalak ekonomi global untuk mengamankan dan menyelamatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang diharapakn semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja akibat situasi pasar pada tingkat global akan ada pengaruhnya terhadap ekspor kita. “Dalam kaitan itulah maka kita juga melihat secara tajam policy respon seperti apa untuk mempertahankan pertumbuhan yang telah kita tetapkan.” Ungkap Presiden.

Sembilan Isu Utama Sidang Kabinet Bidang Keuangan

Pada sidang kabinet terbatas yang digelar di ruang Graha Sawala ini Presiden bersama sejumlah jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu menitik beratkan pembahasan pada 9 isu utama. Isu pengelolaan APBN 2008 menjadi isu paling penting yang dibahas. Presiden memastikan dalam kaitan itu semua untuk membahas secara mendalam dan melaksanakan pengelolaan APBN dengan baik, terutama pada tahun 2008 ini. ”Kita pastikan bahwa bagaimanapun APBN pertama-tama harus bisa ikut menstimulasi pertumbuhan. APBN harus bisa membiayai tugas-tuigas umum pemerintah negara dan APBN juga harus bisa mengalokasikan dana yang cukup untuk pengurangan kemiskinan atau yang kita sebut social safety nett pada masyarakat kita.” Lanjut Presiden menjelaskan.

Khusus mengenai pengelolaan APBN ini Presiden menekankan pentingnya optimasi dan efisiensi anggaran pada tahun 2008. Pihak pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan sebagai penjuru telah dan akan terus membahas bersama DPR RI untuk dapat menghasilkan APBN-P tahun 2008 yang tepat, credible dan di satu sisi bisa melanjutkan pembangunan sementara di sisi yang lain mengatasi masalah yang kita hadapi.

Isu kedua yang secara khusus diberikan atensi oleh Presiden adalah pengelolaan sektor perpajakan, khususnya pertumbuhan pajak Indonesia pada tahun 2007 dan harapan pertumbuhan pada tahun 2008 ini baik prosentase maupun nominalnya. Presiden mengatakan, tentunya kebijakan perpajakan harus sedemikian rupa dimana sisi penerimaaan negara dari pajak harus tetap aman. Harapannya penerimaan negara makin meningkat karena masih ada wajib pajak yang harus memenuhi kewajiban pajaknya. Pemberian insentif fiskal yang tepat juga diperlukan untuk bisa menggerakkan lagi perekonomian Indonesia pada cabang-cabang sektor riil tertentu atau pada solusi-solusi tertentu.

Isu berikutnya yang dibahas ialah Bea dan Cukai, Presiden menginginkan agar Kepabeanan kita dikelola dengan efektif dan efisien. ”Harus ada kemudahan-kemudahan dengan demikian bisa memberikan benefit untuk penerimaan negara kita.” Demikian ungkap Presiden.

Masalah keempat yang dibahas pada sidang kabinet adalah desentralisasi fiskal. ”Ini sangat sangat penting.” Ujar Presiden. ”Kita sudah punya framework. Kita sudah punya policy rasio pusat dan daerah. Yang ingin kita tekankan adalah ketepatan penggunaan anggaran itu termasuk ketepatan bagaimana diintegrasikan dalam APBD yang mereka kembangkan, akuntabilitasnya dan memastikan delivery-nya tepat waktu. Karena juga sangat penting apa yang dilakukan oleh seluruh jajaran pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan.” Lanjut Presiden.

Social safety net merupakan masalah kelima yang dibahas, terutama menyangkut dampak dari kenaikan harga pangan global. Ada pula dampak dari tingginya harga minyak yang pada akhirnya membuat transportasi menjadi mahal. Dalam kaitan inilah, menurut Presiden kewajiban pemerintah untuk membantu Saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan akibat kenaikan harga pangan tersebut. “Ini kita pastikan bahwa ada alokasi anggaran untuk itu baik berupa instrumen fiskal maupun subsisi yang kita berikan terhadap komoditas pangan untuk menurunkan dan akhirnya menstabilkan.” Janji Presiden.

Isu keenam yang dibahas secara seksama untuk dilanjutkan terus oleh Pemerintah adalah pengelolaan Barang Milik Negara. Menurut Presiden, yang penting sekarang ke depan kita harus menemukan sebuah system, sebuah perangkat mekanisme bagaimana pengelolaan Barang Milik Negara dapat kita pelihara dengan kita kelola dengan benar. Sengketa atau masalah kepemilikan terhadap asset negara misalnya harus terus kita carikan solusinya. Demikian juga yayasan-yayasan yang dianggap milik Negara tentu harus kita tetapkan statusnya dan kemudian asset yang dimiliki oleh Negara. Hal ini penting karena berkaitan dengan pemeriksaan keuangan yang dilaksanakan oleh BPK dimana status disclaimer LKPP Pemerintah harus rampung. Pemerintah harus menyelesaikan semua ini kalau tidak maka akan selalu ada kekurangan di dalam pertanggungjawaban keuangan sehingga menyebabkan status disclaimer pada beberapa kementerian/ lembaga pemerintahan.

Presiden juga menggarisbawahi masalah pentingnya pengelolaan hutang (debt management). Rasio hutang Indonesia terhadap PDB tiap tahun makin turun. ”Harapan kita tahun ini menuju ke 33% dari masa krisis yang sangat tinggi dari 2004 yang masih 56%.” Jelas Presiden. ”Itupun juga mengarah kepada komponen hutang asing yang jauh lebih kecil dibandingkan kewajiban hutang dalam negeri. Ini semua akan membuat lebih kuatnya, lebih sehatnya APBN kita.” Oleh karena itu, Presiden juga menggarisbawahi pentingnya pengelolaan hutang dengan sebaik-baiknya menuju kepada rasio yang paling baik sehingga tidak membebani APBN. ”Tidak membebani anak cucu kita di dalam mengelola negara ini.” Demikian harap Presiden.

Isu kedelapan adalah pelayanan publik, khusus mengenai pelayanan publik secara pribadi Presiden memberikan apresiasi kepada jajaran Departemen Keuangan untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik, baik di Direktorat Jenderal Pajak, Bea dan Cukai dan Lembaga-lembaga lain sehingga rakyat kita sangat terbantu, dunia usaha juga sangat terbantu, makin efisien, makin cepat, makin baik, dan makin mudah.

Kemudian yang terakhir adalah apa yang dilakukan oleh Departemen Keuangan yang juga secara eksplisit diberikan apresiasi oleh Presiden adalah adanya semacam situation room yang terus memantau perkembangan dinamika perekonomian sedunia termasuk yang ada di kawasan dan termasuk yang ada di dalam negeri kita. ”Ini sangat penting agar kita bisa mengantisipasi lebih baik sehingga kita bisa merespon setiap gejolak, setiap permasalahan yang muncul dan saya berharap ini menjadi bagian dari sistem kita. Satu sistem yang menggunakan ID real time sehingga sangat berguna bagi para policy makers maupun decision makers di negara ini.” Papar Presiden.

Dengan sembilan isu utama yang menjadi pokok bahan bahasan dalam sidang kabinet bidang keuangan kali ini, Presiden mengharapkan ke depan pengelolaan keuangan negara menjadi lebih baik, pengelolaan APBN juga lebih baik. Kemudian negara mendapatkan sumber-sumber penerimaannya yang lebih baik. Dengan demikian menjadi landasan yang baik bagi Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan yang tentunya makin ke depan makin memerlukan biaya yang tidak sedikit.

1 Komentar »

  1. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/presiden_berikan_apresiasi_terhadap_jajaran_departemen_keuangan/

    Komentar oleh infogue — April 10, 2008 @ 5:09 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: