Kangpandoe’s Weblog

April 26, 2008

Pembuktian Sebuah Rencana

Filed under: Dari Redaksi — kangpandoe @ 1:20 pm

Pendahuluan

Sabtu, pagi kemarin… ( 26/04/04 ) 8)

Aku, Siko, dan Kiky janjian ketemu di halte busway Salemba UI jam 10 pagi. Kami berkumpul demi melaksanakan satu misi bersama “daftar di LBI UI.” Yaa… secara kita pengen nge-refresh lagi our english, syukur2 sekalian bisa improve our ability in English gitu deh. Begitu semuanya udah pada ngumpul, langsung aja kami menuju lt.3 gedung LBI UI di samping sekretariat ILUNI, dan disana kami langsung melaksanakan 3 L :

  1. Langsung isi formulir pendaftaran
  2. Langsung ikut Placement Test
  3. Langsung diumumin hari itu juga hasil Placement Testnya

Pada saat placement test, kami disuguhkan dengan 100 soal yang harus dijawab dalam waktu satu jam, dibawah terpaan dinginnya AC ruangan yang 3x lebih dingin dari AC di kantor, kami menjalani masa satu jam itu dengan tabah…

Dan akhirnya tibalah saat pengumuman Placement test….. Dan diantara kami bertiga, aku dan siko nampaknya memang harus mengakui keunggulan Kiky, nilainya paling tinggi diantara kami bertiga. “Awas ya Ky… tunggulah pembalasan kami” (hehehe becanda kok)… Yah mau gimana lagi secara Kiky udah pernah ngelaba sampe ke Queensland, jadi ya gak perlu diragukan lagi deh kemampuan bahasa Inggrisnya, selamat ya dapet G.E. 5 !!!

Sementara itu peringkat ke dua ditempati oleh Siko, pria berpenampilan teduh dan bertampang kebapakan ini berhasil mengungguli-ku 9 poin. Namun ternyata akh siko begitu setiakawan sama aku dengan tersenyum sambil keluar dari ruang wawancara dia berkata, “Aku dapet G.E. 4 juga Ndu.” hehehe makasih ya Ko, dah ditemenin di G.E 4, jadi ada temen kursus yang sekantor dan selevel… hehe jadi bisa berangkat bareng.

Sepulang dari LBI UI, kami melanjutkan petualangan kami untuk menjelajahi kampus UI Salemba dengan target sasaran : “Menemukan Markas Besar FE UI dan nanya2 seputar program ekstensinya” Karena kami dah kesiangan dan hari Sabtu pula, maka kami cuma bertemu dengan seorang bapak penjaga sekretariat dan meminta sejumlah brosur (tadinya dikasih 3 tapi minta 3 lagi buat dibagiin ketemen2 yang lain he..he..he..)

Pembuktian Sebuah Rencana

Ada sebuah hikmah dari petualangan di hari Sabtu kemarin yang pingin akang ceritakan, sebenarnya ikutan kursus di LBI UI udah jadi planning akang dan 5 orang temen akang lainnya. Awalnya rencana ini kami buat bulan Desember 2007, namun karena komitmen kami tidak meminta uang lagi ke orang tua setelah lulus dari STAN ya jadi rencana ini kami undur bulan April sambil berupaya menyisihkan sebagian dari uang honor magang kami tiap bulannya.

Awalnya aku sempat hopeless, mengingat udah bulan Maret tapi ternyata uangku masih kurang, Hikz…Hikz..Hikz…maklum hidup di Jakarta dengan honor bulanan 850 ribu memang berat. (Halah bersyukur donk!!!). Tapi pada saat itu dalam hatiku berkeyakinan bahwa entah dari mana jalannya insya Allah rencana daftar di LBI UI pasti jadi kenyataan. Subhanallah, setelah deklarasi keyakinan itu seminggu kemudian di kantor aku di ajakin konsinyering… ha..ha..ha.. Alhamdulillah honor dari konsinyering bisa mencukupi kebutuhan untuk daftar di LBI UI.

Trus, untuk itu akang udah merencanakan klo bisa begitu masuk placement test LBI UI pingin di G.E 4 dengan satu alasan: “lulus dari G.E 4 bisa langsung dapat sertifikat” haha.. Abis klo langsung keterima di G.E. 8 kayaknya dengan kemampuan akang yang sekarang ini belum mumpuni… (yang bisa langsung dapet sertifikat begitu lulus itu di G.E 4, G.E 8, dan G.E. 10 lho). Selain itu klo masuknya di G.E. 5 keatas bayarnya jadi 50 rb lebih banyak dari jumlah uang yang harus dibayarkan di G.E 4 ke bawah (waduh bisa tekor atuh, belom rapelan euy)… Eh, Subhanallah begitu pengumuman placement test ternyata akang keterima di G.E 4.

(hihi, mungkin klo ditargetkan G.E. 5 insya Allah masuk juga kalii ya!?)

Trus yang kedua, klo dari akang sendiri pinginnya milih waktu kursus hari Senin dan Rabu jam 19.00 – 21.00 supaya gak bentrok sama sholat Maghrib dan gak mengganggu aktivitas liburan di hari Sabtu (sehingga ini juga ikutan akang rencanakan dalam list perencanaan akang). Begitu pengumuman placement test selesai diumumkan, akang diberikan sebuah slip setoran Bank BNI yang juga berisi pilihan waktu kursusnya. Oleh sang petugas pendaftaran yaitu seorang Bapak Satpam berkumis tebal yang ramah dan suka nyerocos itu (kata Kiky mirip sama Pak Satpam di kampus STAN yang biasa mangkal di pintu gerbang Ceger) akang di suruh melihat jadual hari dan jam kursus yang terpampang di kaca jendela dekat loket bagian keuangan.

Subhanallah sekali, ternyata hari Senin-Rabu jam 19.00-21.00 hanya menjadi milik G.E. 4 seorang, dari G.E. 1 sd G.E. 10 tidak ada yang berjodoh dengan hari dan jam tersebut kecuali G.E. 4. Masya Allah ternyata hari itu Allah SWT berkenan menunjukan bahwa rencana yang kita buat secara spesifik dan tidak mengawang-awang akan ditunjukan jalan pencapaiannya entah bagaimana caranya.

Hikmah Sabtu Pagi

  1. Rencana yang dibuat secara spesifik dengan penggambaran detail apa yang mau kita peroleh dan kita capai dan tidak dibuat secara mengawang-awang akan ditunjukan jalannya oleh Allah SWT. banyak lho yang sudah membuktikannya, apalagi rencana itu kita tulis dan kita sampaikan kepada temen-temen kepercayaan kita;
  2. Buat ‘AA, bener lho ternyata pengalaman SMA ‘AA, klo dalam hidup ini kita akan lebih bersemangat dan termotivasi begitu kita memutuskan dan mempunyai sebuah target yang harus dicapai. Sungguh penyakit yang paling berbahaya adalah ketika seorang manusia tidak punya target dan goal dalam hidupnya sehingga membiarkan arah hidupnya mengalir begitu saja;
  3. Sungguh kita bener-bener perlu orang lain (teman) yang memiliki visi yang sama dalam membumikan mimpi menjadi kenyataan. Untuk memperingan langkah kita dan senantiasa mengingatkan kita agar selalu konsisten;
  4. MALU

Ya Malu… jujur setelah pengumuman placement test itu, akang begitu malu pada Allah, dengan banyaknya kemaksiatan dan kelalaian-kelalaian dalam mengingat-Nya, ternyata Allah begitu baik padaku… Allah sangat menyayangiku dengan memberikan apa yang ku harapkan. Astaghfirullahaladzhim wa atuubu ilaih…

5. Doa

Sebagai manusia biasa yang hanya bisa berencana dan dengan segala keterbatasan ini… hanya kepada Allah SWT saja kita kembalikan segala urusan. Kata ‘AA Gym kita berdoa bukanlah untuk mendikte Allah apa yang kita mau dan bukan pula dalam rangka memberitahukan Allah maksud dan tujuan kita. Tetapi kita berdoa tidak lain adalah suatu penegasan bahwa kita ini tidak punya daya apa-apa tanpa pertolongan Allah dan Allah sendiri sangat suka ketika mendengar rintihan hamba-Nya yang meminta sesuatu kepada-NYa.

Penutup

Alhamdulillah tulisan ini bisa akang posting, ucapan terimakasih tidak lupa akang sampaikan kepada berbagai pihak yang turut membantu :

  1. Siko, atas kesetiakawanannya menemani di G.E 4
  2. Kiky, makasih inspirasinya… moga2 aku bisa cepet nyusul kemahiran bahasa inggrismu dan jangan sedih yah dapet jadual kursus hari sabtu sendiri, siapa tahu Heri ato Hergie nyusul dapet hari Sabtu juga.
  3. Yudha dan ‘AA Gandhi terimakasih atas Kesepakatan Soft Loan Agreement kita.
  4. Heri dan Hergie atas malam penganugerahan punishment necklace yang tak terlupakan itu, Ayo kami tunggu kedatangan kalian berdua di LBI UI !!!
  5. Maz Bagoes, kapan blog-mu jadi ???

(NB : Mudah-mudahan big planning yang telah kita declare bersama, bisa diwujudkan satu persatu yach… Insya Allah)

Iklan

April 22, 2008

“Riding Together”

Filed under: Photography — kangpandoe @ 6:22 am

Tadinya photo ini cuma buat pelengkap koleksi-ku untuk kategori photo dengan teknik “Panning” (membuat seluruh objek selain objek utama menjadi blur)

Tapi ternyata photo diatas mengandung pesan yang dalam, betapa dalam melaju menyusuri jalan kehidupan ini kita memang butuh tuk berbagi beban pada orang lain.

(Photo diambil di bundaran sisingamangaraja dengan kamera Nikkon D 300)

April 21, 2008

Sahabat……

Filed under: Dari Redaksi — kangpandoe @ 10:00 am

Ada pertemuan
ada pula perpisahan…

Begitulah ungkapan yang sering kita dengar, suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri memang. Ada masa dimana kita bertemu dan ada masanya ketika kita memang harus berpisah. Suatu masa telah terlewati bersama. Ada keceriaan, canda tawa, amarah, tangis, perjuangan, dan rona masa muda yang tak kan terlupa. Kini gerbang kedewasaan itu telah nampak di depan mata kita…

Sahabat,
Aku mau sedikit mengungkapkan kegundahan dihatiku…
Semakin bertambah usia, aku rasa kita semakin terkotak-kotak sahabatku,
Ya..
Terkotak-kotak pada cita-cita dan jalan hidup masing-masing
Terkotak-kotak pada pekerjaan masing-masing
Terkotak-kotak pada dunianya masing-masing

Sahabat,
Masih sempatkah kita berbagi susah-senang itu lagi…
canda tawa dan tangis sedih yang dulu itu…
Nasihat-nasihatmu…
Pertolongan dan kebaikanmu…
Teguranmu padaku…
dan adakalanya marah-mu yang pertanda sayang itu padaku.

Sahabat,
Kini engkau siap untuk pergi…
Berkelana di secuil tanah dari hamparan luasnya bumi Allah
Bila kutatap matamu sahabatku…
Ada harap dan cemas disana…
Ada asa bahagia disana…
Ada kesedihan pula disana,
hmm…mungkin kesedihan apakah engkau akan menemukan sahabat terbaik pula disana

Sahabat,
Aku ada sedikit nasihat untukmu…
Sebuah nasihat dari Imam Syafii yang bijak bestari
Begini kata beliau…

Sungguh aku melihat air yang tergenang & terhenti memercikan bau yang tidak sedap. Andaikan saja dia mengalir, air itu akan terlihat bening dan sehat. Sebaliknya, jika engkau biarkan air itu menggenang ia akan membusuk.

Emas bagaikan debu sebelum dia ditambang. Pohon cendana yang masih tertancap ditempat tak ubahnya seperti kayu bakar biasa. Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, Kau akan temui derajat yang mulia di tempat yang baru, dan Kau bagaikan emas yang sudah terangkat dari tempatnya.

Merantau membuat emas jiwa kita terasah dan mencapai ketinggian, dengan lebih banyak belajar, menghadapi tantangan baru, dan lingkungan siap menerima kita.

Kita tidak dikenal, karena itu kacamata yang dipakai orang untuk melihat kita adalah jernih. Kadangkala masyarakat baru tempat kita merantau justru menempatkan sekaligus mengharapkan kita sebagai orang baik, sehingga “doa” mereka akhirnya menjadi kenyataan.

Sahabatku,
Selamat berjuang dan berkarya di tempat baru-mu…
Doa ku selalu bersama mu
Kata Rasulullah Saw ; Bertaqwalah kamu dimanapun kamu berada…
Semoga Allah selalu memberikan perlindungan dan hidayahnya kepadamu
Istiqomah Akhi…

(Buat Sahabat2 akang di Badan Pemeriksa Keuangan yang akan menuju medan juang)

cah2

April 14, 2008

Mencari Kompetitor Terbaik

Filed under: Motivasi — kangpandoe @ 4:32 am

Kompetisi adalah fithrah manusia

Sepertinya telah menjadi fithrah manusia untuk selalu berkompetisi dan senang melakukan kompetisi di dunia ini. Betapa tidak sesungguhnya untuk terlahir ke dunia ini saja kita telah berkompetisi. Ketika jutaan sel sperma berkompetisi untuk membuahi sel telur dalam rahim ibu, toh hanya satu dari berjuta-juta sel sperma itu yang keluar menjadi pemenang dan jutaan lainnya harus mati dalam kompetisi ini. Subhanallah, betapa Maha Suci Allah, kalau mengingat kembali cerita ini sungguh saya merasakan bahwa Allah telah menciptakan saya dari kualitas terbaik sang pemenang dengan jutaan kompetitor. Maka ketika saya harus berhadapan dengan sebuah kompetisi lainnya di dunia ini sungguh tidak layak bagi saya untuk gentar menghadapinya.

Allah SWT sendiri mengatakan di dalam Al Qur’an Surah Al Mulk ayat 2 bahwa diciptakan-Nya hidup dan mati manusia adalah untuk menguji siapa manusia yang paling baik amalnya. Dan di ayat lainnya kita juga diperintahkan agar berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan (fastabiqul khoirot). Artinya kembali lagi disini kita berkompetisi untuk menjadi manusia yang paling baik amalnya disisi Allah SWT.

Temukan Kompetitor-mu

Sahabat akang, setuju gak klo akang bilang tanpa kompetisi dunia ini kurang menarik? karena dengan adanya kompetitor-lah kita bisa mengefisiensikan dan mengefektifkan seluruh potensi dan resources yang kita miliki. Dengan kompetisi kita bisa lebih bergairah dan termotivasi dalam belajar, bekerja, berkarya, berinovasi dan tentu saja beribadah. Setiap pertandingan akan terasa nikmat disaksikan bila ada kompetisi di dalamnya.

Tengok saja persaingan antara Umar Ibn Khotob r.a. dan Abu Bakar r.a. sebuah kompetisi sehat yang membangun semangat untuk terus meningkatkan potensi kebaikan. Ketika Umar r.a. mengira dengan menginfakan separuh hartanya kali ini ia akan mampu untuk mengalahkan amal shalih Abu Bakar r.a. maka Abu Bakar r.a. pun menginfakan seluruh hartanya di jalan Allah, sampai-sampai ketika beliau di tanya oleh Rasulullah SAW apa yang disisakannya untuk keluarganya, Beliau menjawab; “Allah dan Rasul-Nya”.

Dalam konteks budaya kekinian kita bisa berkaca dari sebuah film yang menurut akang sangat bagus untuk di saksikan, apalagi oleh remaja kita. Film ini berjudul “dragon sakura” menceritakan kisah tentang 6 orang anak SMA “ecek-ecek” di Jepang yang bercita-cita masuk ke To Dai (Tokyo University) universitas elit nomor satu di Jepang di bawah bimbingan seorang sensei yang mantan ketua kelompok genk motor. Perjuangan mereka sangat unik, karena sebelum mereka berani bercita-cita untuk masuk ke To Dai, sekumpulan anak-anak desperate ini harus berjuang dulu melawan keyakinan diri mereka sendiri, berjuang melawan cemoohan dari berbagai pihak, berjuang melawan kondisi keluarga masing-masing, hingga pada akhirnya berjuang dan berkompetisi melawan para pesaing di ujian masuk To Dai.

Hal yang akang garis bawahi dari film itu adalah cara mereka belajar. Mereka menjadikan setiap kegiatan belajarnya sebagai kompetisi sesama mereka dengan cara yang unik, setiap yang mendapatkan nilai terendah harus memakai ikat kepala bertuliskan “DUMB” dan ikat kepala ini baru bisa dilepas kalau dia mendapatkan nilai yang lebih baik. Mereka telah berhasil menemukan visi yang sama, kemudian menjadikan sahabatnya sebagai kompetitor terbaik bagi mereka sendiri untuk sama-sama mengejar cita-cita.

(eh..eh.. kok jadi nulis resensi film nie….ending-nya yang keterima di To Dai cuma 3 orang dari 6 orang itu lho, jadi gak semuanya happy ending)

Begitu-pun kita, saya sendiri sangat ingin menemukan sahabat sekaligus kompetitor dalam hidup ini. Dengan keberadaannya saya akan selalu merasa termotivasi, terinspirasi dan bergairah dalam hidup ini. Seperti Umar r.a. dan Abu Bakar r.a. atau seperti Abdullah Ibn Umar dan sekumpulan kawannya yang berani men-declare cita-citanya dan mewujudkannya bersama-sama. Subhanallah alangah indahnya seperti itu.

Kompetitormu Bukanlah Musuh-mu

Musuh abadi manusia Allah katakan dalam Al Qur’an adalah Syaithon laknatullah ‘alaih. Oleh karenanya siapapun dia yang menjadi kompetitor kita harus kita maknai sebagai sparing partner yang akan membantu kita melejitkan potensi diri kita. Ia adalah cerminan dari capaian kerja keras kita selama ini, kalau ia lebih hebat itu artinya kita mesti harus lebih banyak berlatih lagi. Kalau suatu saat kita yang lebih unggul artinya ada satu nilai lebih yang kita sudah miliki namun belum dimiliki oleh kompetitor kita dan kita harus menjaga bahkan membuat inovasi baru lagi untuk meningkatkannya.

Wallahu’alam bishowab

April 11, 2008

PENGESAHAN APBN-P 2008

Filed under: MoF NEWS — kangpandoe @ 8:12 am

APBN-P 2008 merupakan jawaban Pemerintah untuk mengantisipasi berbagai dampak akibat memburuknya perekonomian global seperti kecenderungan meningkatnya harga minyak dan harga komoditas pangan dunia serta melemahnya nilai tukar rupiah. Percepatan pembahasan APBN-P 2008 juga didorong oleh adanya beberapa faktor pemicu di dalam negeri berupa kebijakan stabilisasi harga pangan dan penurunan lifting minyak dalam negeri.

Setelah melakukan berbagai pembahasan intensif dengan Panitia Anggaran DPR, akhirnya Sidang Paripurna ke-31 DPR RI memutuskan untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008. (10/04)

Sidang paripurna kali ini dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Agung Laksono. Sidang diawali dengan penyampaian laporan hasil pembicaraan tingkat pertama yang dilakukan oleh Panitia Anggaran bersama-sama dengan Departemen Keuangan. Setelah ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis menyampaikan laporannya, sidang dilanjutkan dengan penyampaian pendapat akhir dari masing-masing fraksi yang ada di DPR. Seluruh fraksi di DPR menyatakan sepakat untuk segera mengesahkan RUU APBN-P menjadi undang-undang.

Asumsi Dasar APBN-P 2008

Emir menyampaikan bahwa Panitia Anggaran dan Pemerintah telah sepakat untuk menetapkan beberapa asumsi dasar dalam RUU APBN-P. Asumsi-asumsi dasar dalam APBN-P antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4% lebih rendah 0,4% dari APBN-nya yang menetapkan angka 6,8%. Inflasi sebesar 6,5% lebih tinggi 0,5% dari APBNnya yang menetapkan sebesar 6%. Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tetap dipatok sebesar Rp9.100 per US Dollar. Suku bunga SBI 3 bulan juga tidak mengalami perubahan tetap sebesar 7,5%. Harga minyak diputuskan sebesar 95 US dollar perbarel lebih tinggi 35 US dollar perbarrel dari APBN yang sebelumnya hanya menetapkan 60 US dollar perbarrel. Lifting minyak ditetapkan sebesar 927.000 barrel per hari, turun dari asumsi APBN yang menetapkan sebesar 1.034.000 barrel perhari. PDB ditetapkan sebesar Rp4.484,4 triliun lebih tinggi dari APBN-nya yang hanya ditetapkan sebesar 4.306,6 T.

Struktur APBN-P 2008

APBN-P 2008 memuat jumlah anggaran pendapatan Negara dan hibah sebesar Rp894,9 triliun terdiri dari penerimaan perpajakan Rp609,2 triliun, PNBP Rp282,8 triliun dan penerimaan hibah Rp2,9 triliun. Sementara untuk belanja negara ditetapkan sebesar Rp989,4 triliun terdiri dari anggaran belanja pemerintah pusat Rp697,07 triliun dan anggaran untuk transfer ke daerah Rp292,4 triliun. Defisit anggaran sebesar Rp94,5 triliun akan dibiayai dari pembiayaan dalam negeri sebesar Rp107,6 triliun dan pembiayaan luar negeri netto sebesar negatif Rp13,1 triliun.

Dalam penyampaian pendapat akhir Pemerintah, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan walaupun belanja pemerintah naik, tapi telah dilakukan penghematan belanja eksekutif dan non eksekutif sebesar 10% dengan dasar penghematan mempertimbangkan prioritas nasional dan prioritas masing-masing KL.

Lebih lanjut Sri Mulyani menyampaikan bahwa Pemerintah menilai penetapan asumsi harga minyak (ICP) di dalam APBN-P sebesar rata-rata 95 US dollar perbarrel masih mengandung resiko fiskal mengingat masih adanya faktor ketidak pastian dan spekulasi serta faktor geopolitik di pasar minyak yang menyebabkan harga minyak dunia cenderung bertahan tinggi sampai akhir tahun 2008. “Oleh karena itu di dalam APBN-P telah dicadangkan anggaran resiko fiskal di pos belanja lain-lain sekitar Rp9,3 triliun untuk mengantisipasi bila harga ICP naik mencapai diatas rata-rata 100 dollar perbarrel sepanjang tahun 2008.” Jelas Sri Mulyani. Nilai cadangan ini diangap cukup untuk menutup ketidakpastian harga minyak yang diperkirakan akan tetap tinggi.

April 7, 2008

Nikah Dini ! Siapa Sie yang Gak Mau ?!

Filed under: Artikel — kangpandoe @ 10:00 am

Klo ngebahas masalah satu ini, ampun deh gak bakalan ada habis-habisnya, sumpeh. Apalagi buat para lajang dijamin ni masalah yang selalu hangat, aktual, dan menarik plus bakalan bikin kamu betah berjam-jam cuma buat ngomongin ini masalah.

Di tulisan ini saya gak mau bicara macem2 tentang nikah dini coz buku-buku yang ngebahas itu udah banyak buanget alias udah bejibun. Cuma ada satu hal ni yang menurut-ku menarik untuk dibahas, yaitu gimana kita melihat nikah dini dari sudut pandang dan bahasa yang berbeda dari apa yang sering dipaparkan oleh buku-buku tersebut, serta menguak berbagai fakta lapangan yang terjadi akibat maraknya propaganda tentang nikah dini.

Ada dialog yang lucu banget antara aku dan temen sekosku yang kuliah di FK UI tentang topik yang satu ini. Bermula dari kabar akan menikahnya kakak kelas kami di SMA dulu ( aku dan temenku ini dulu satu SMA en satu organisasi DKM alias Rohis ) terjadilah dialog ngalor-ngidul, ngetan-ngulon, namun di ujung-ujungnya ada beberapa kesepakatan atas pembahasan Kami tersebut. Begini ceritanya :

(T) :  Ndu kapan mau nyusul nikah, nunggu apalagi kerjaan udah punya?

(A) : Nikah itu bukan urusan satu-dua hari lho Min, dibalik itu terselip tanggungjawab yang besar. Aku sie awalnya pingin nikah setahun setelah wisuda tapi kemarin dah bilang ke mamah belum diijinin aku harus S-1 dulu syaratnya. Kamu sendiri kapan hayoo? Kan udah S.Ked tinggal nunggu gelar dokternya…

(T) : Aku sie dirumah udah ditawarin beberapa calon sama orang tua ada yang sekarang kuliah di kedokteran di bandung, ada yang kuliah di UNJ dan ada satu lagi yang kuliah di Kebidanan. Tapi ku bilang nanti dulu coz aku juga belum siap untuk nikah planningku untuk nikah 3 tahun lagi.

(A) :   Klo aku dulu waktu mau lulus dari STAN, kakak sepupuku itu suka ngelobi mamah katanya, “Bu’le nanti sebelum penempatan ke daerah disuruh nikah aja dulu, kan lebih enak klo pas penempatan itu udah bawa temen dari sini daripada nyari disana…ntar ta cariin deh gampang.” Eh ternyata aku penempatan di Jakarta.

(T) :   Jadi, gimana nie kapan nikahnya?

(A) :   Beberapa waktu lalu Muroby sempat bilang ke forum masalah ini, kata beliau “Karena di STAN nikah dini dianggap sebagai suatu prestasi tersendiri bagi ikhwan-akhwat saya tidak ingin kalian terbawa euphoria seperti itu dan menonjolkan semangat untuk nikah dini tapi menomorduakan planning yang matang karena nikah itu bukan urusan satu-dua hari saja akhi.” Beliau menambahkan “ Saat ini sebenarnya kalian dihadapkan pada pilihan antara nikah dulu atau pengembangan diri dulu, tidak semua orang yang nikah dini itu bisa mensejajarkan pengembangan dirinya lho. Sering saya menemukan orang yang menikah dini justru pengembangan dirinya menjadi terbengkalai dan aktivitas dakwahnya menjadi kendur. Ini bukan berarti saya kemudian melarang antum semua untuk nikah dini, hanya saja tolong di review lagi apa hukum nikah bagi antum saat ini? Sudahkah wajib atau jangan-jangan sunnah saja belum?”

(T) :  Klo aku dulu sempet kepikiran mau nikah sie, tapi nikahnya itu untuk menghalalkan pacarannya dulu… ya jadi aktivitas setelah nikahnya itu layaknya orang berpacaran aja, masih tinggal dirumah masing-masing, kuliah tetep jalan, dan tiap week end bisa jalan kemana-mana berdua Tapi, waktu kutanya ma Ustadz aku malah diomelin itu makruh katanya “Kamu kok mau enaknya aja.”

(A) :   Walah kok pemikirannya sama sieh, aku juga dulu pingin banget nikah dini supaya menghalalkan pacarannya dulu aja coz secara kesiapan menjadi orang tua kayanya belom siap nih wong jalan kemana-mana aja masih suka dipanggil Ade’

(T) :  Hahaha

(A) :  Eh Min, ternyata rumah tangga ikhwan-akhwat ada juga lho yang mengalami krisis perceraian?

(T) :   Ah, masa sih, masa kayak gitu?

(A) :   Iya, awalnya juga aku mikirnya ikhwan-akhwat tu saling menerima, sabar dan sebagainya tapi aku diceritaain kakak sepupuku di pondok gede. Dia sering jadi konsultan pernikahan untuk ikhwan-akhwat katanya dia sering nemuiin kasus-kasus perceraian atau keretakan rumah tangga di kalangan ikhwan-akhwat.

(T) :  Wah, penyebabnya apa Ndu?

(A) :  Rata-rata ya hal-hal manusiawi seperti masalah ekonomi, masalah keluarga, emosi yang masih labil karena nikah dini belum didukung persiapan yang optimal…de el el

{ Kesepakatan pertama ‘nikah memerlukan planning yang mantap dan saat ini hukum nikah bagi kami belum wajib’ }

(T) :  Ndu klo kamu nikah nanti rencananya ta’aruf lewat murobbiy ato gimana?

(A) : Aku pernah nanya ke Murobi sie tentang best practice-nya, jawabannya tidak harus lewat Murobiy. Klo dulu memang harus lewat Murobiy karena jumlah kader masih sedikit dan kualitas kader perlu dijaga. He..he..jadi kayanya aku klo udah siap bakal ngomong langsung ke orangnya klo orangnya udah oke langsung menghadap ke orang tuanya.

(T) :  Wah, sama Ndu aku juga pinginnya kaya gitu…kan sebenarnya yang punya hak adalah orang tuanya.

(A) :   Iya bukankah Hasan Bashri pernah melamar Rabi’ah Al Adawiyah secara langsung, dan Sahabat Abdurrahman bin Auf r.a. melamar Ummu Hakim binti Qarizh rh.a secara langsung.

{ Kesepakatan kedua ‘tidak harus lewat Murobiy’ }

(A) : Min, klo di UI biasanya nikahnya sesama anak kedokteran lagi ya?

(T) : Biasanya sih iya, umumnya sie di kita jangan berharap dapet temen seangkatan coz itu udah jadi jatahnya kakak kelas di FK tu udah rahasia umum.

(A) : Kok gitu ya, klo gitu pada maen tek-tekan dong?!

(T) : Apaan tu tek-tekan?

(A) : Itu lho menetapkan target jauh-jauh hari…btw gimana menurut pendapatmu, boleh ga kita ngungkapin perasaan kita dulu ke seseorang dan berjanji akan menikahinya beberapa tahun lagi misalnya?

(T) : Klo soal tek-tekan ga tau ya, mungkin ada tapi klo menurutku menyimpan di hati boleh aja coz namanya juga perasaan suka. Nah, yang gak boleh klo udah ngungkapin plus ngejanjiin mau dinikahi bbrp tahun lagi klo udah siap nikah ya langsung aja. Aku juga pernah ditanya adek kelas pertanyaan yang sama terus ku jawab jodoh itu di tangan Allah jadi klo emang udah jodoh kita gak bakalan kemana. Trus kata adek kelasku lagi “ klo diambil duluan sama orang gimana bang?” jawabku gampang aja yaa itu namanya bukan jodoh-mu, klo dia memang ditakdirkan jadi jodohmu entah gimana caranya mungkin dia jadi janda dulu baru kemudian bisa kamu nikahi.

(A) : ha..ha..ha..

(T) :   Aku ada cerita tentang masalah ini di kampus X di bandung ada dua orang ikhwan akhwat yang bertahun-tahun ada pada satu amanah, ketika si ikhwan lulus kuliah dia kerja di Jakarta dan otomatis posisi-nya di amanah tsb diganti sama adek kelasnya.

Rupanya sejak lama si ikhwan ini punya perasaan suka sama akhwatnya, coz pernah suatu hari dia datang jauh2 dari Jakarta ke Bandung hanya untuk ngelihat si akhwat itu..

Seiring berjalannya waktu ternyata si adek kelasnya ini yang langsung duluan menghadap ke orang tua si akhwat untuk meminangnya, pinangannya diterima dan undangan pun sampailah ke tangan si ikhwan yang ada di Jakarta tadi.

Apa yang terjadi adalah si ikhwan kecewa berat dan gak menghadiri sama sekali walimahannya.

(A) : lho kan menghadiri undangan walimah klo kita diundang hukumnya wajib?

(T) : namanya juga orang patah hati, ndu.

(A) : ehhm… ya ikhwan juga manusia, emang perasaan suka adalah fithrah manusia yang gak bisa di hilangkan begitu aja, tapi yang penting disini adalah gimana caranya supaya prosesnya itu bisa berlangsung dengan cara yang benar jadi klo pun orang yang kita suka belum jadi jodoh kita kita gak kecewa berat dan menyerahkan urusannya kembali kepada Allah.

{ kesepakatan ketiga ‘suka boleh aja, tapi ga usah pake tek-tekan ya dan pandai-pandailah menjaga hati’ }

Nb : Tulisan ini murni cuma sekedar obrolan dan opini dari kita berdua di dalamnya gak di dukung sama sekali oleh dalil atau argumentasi kuat lainnya, oleh karenanya diskusi lebih lanjut dan masukan lainnya sangat diharapkan dalam rangka mencari kebenaran.

AKUNTANSI BERASAL DARI KAUM MUSLIMIN

Filed under: Finance — kangpandoe @ 9:04 am

“Islam adalah agama yang komprehensif, semua diatur dalam Islam dari bangun tidur sampai mau tidur, dari masalah rumah tangga sampai masalah bernegara hingga ilmu pengetahuan semuanya tercakup di dalam Islam. Bahkan masalah Akuntansi sekalipun, ternyata juga menjadi bagian yang diatur oleh Islam. Di dalam Alqur’an kita dapat menemukan adanya ayat akuntansi yang secara panjang lebar membicarakan akuntansi lho…”

Demikianlah paparan yang di sampaikan kakak Mentor pada suatu sore yang teduh di pelataran Masjid Baitul Maal ketika saya dulu untuk pertama kalinya megikuti pertemuan Halaqoh pekanan di kampus. “Oh..ternyata tidak hanya ilmu-ilmu esakta seperti fisika, biologi ato’ kimia aja ya yang bisa kita temui’in ayat – ayat Al Qur’an yang membicarakannya secara spesial, Akuntansi juga ada lho di Al Qur’an.” Batinku waktu itu. Dengan rasa ketertarikan untuk mengetahui lebih lanjut masalah ini, kemudian aku mencoba untuk mempelajari referensi yang berhubungan dengan masalah ini melalui internet dan sumber bacaan lain, eh…hasilnya ternyata mengarahkanku pada satu kesimpulan kalau Akuntansi pada awalnya adalah milik kaum Muslimin bukan milik orang-orang Eropa. Gak percaya? Berikut ini beberapa argumen yang bisa penulis kemukakan, selamat membaca.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

” Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an Surat Al Baqarah : 282-283)

Bukti-Bukti Otentik Peradaban Islam Telah mengenal Akuntansi

Al Qur’an Surah Albaqarah ayat 282-283 diatas telah mendorong umat Islam untuk peduli terhadap pencatatan kegiatan mu’amalah yang dilakukan tidak secara tunai dan menimbulkan tradisi pencatan transaksi keuangan dan perdagangan dikalangan umat Islam. Disamping itu, adanya kewajiban pembayaran zakat membawa konsekuensi bagi Pemerintah Islam untuk membuat laporan keuangan periodik Baitul Mal. Adapun bagi para pengusaha Muslim kewajiban membayar zakat membuat mereka melakukan klasifikasi asetnya sesuai ketentuan zakat dan membayarkan zakatnya jika telah memenuhi hisab dan haul.

Berikut ini kronologis bukti sejarah yang bisa menggambarkan perkembangan Akuntansi di dunia Islam :

  1. Di masa rasulullah sudah ada sahabat yang memiliki tugas sebagai “Hafazhatul Amwal” ( Pengawas Keuangan ) Baitul maal.
  2. Perkembangan pemerintahan Islam pada masa Khalifah Umar Bin Khotob r.a. hingga ke wilayah Afrika, Timur Tengah, Asia telah meningkatkan penerimaan dan pengeluaran negara. Para sahabat kemudian merekomendasikan perlunya pencatatan untuk pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran negara, sehingga Khalifah mendirikan lembaga yang khusus menangani masalah tersebut dan lembaga tersebut di beri nama “Diwan” ( Dawwana = tulisan )
  3. Reliabilitas laporan keuangan di kembangkan oleh Khalifah Umar Bin Abdul Aziz (681-720 M) dengan kewajiban mengeluarkan bukti penerimaan uang. Kemudian Al Waleed bin Abdul Malik (705-715 M) mengenalkan catatan dan register yang tidak terpisah-pisah seperti catatan-catatan sebelumnya. ( Lasheen, 1973 )
  4. Perkembangan Akuntansi mencapai puncaknya pada masa Daulah Abbasiah dimana Akuntansi di klasifikasikan pada beberapa Spesialisasi, yaitu Akuntansi peternakan, Akuntansi pertanian, Akuntansi Bendahara, Akuntansi Konstruksi, Akuntansi Mata uang, Pemeriksaan Buku / Auditing ( Al- Kalkashandy, 1913 ).
  5. Ditemukannya sebuah manuskrip yang ditulis pada tahun 765 H./1363 M. Manuskrip ini adalah karya seorang penulis muslim, yaitu Abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani, dan diberi judul “Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqat”. Tulisan ini disimpan di perpustakaan Sultan Sulaiman Al-Qanuni di Istambul Turki, tercatat di bagian manuskrip dengan nomor 2756, dan memuat tentang akuntansi dan sistem akuntansi di negara Islam. Huruf yang digunakan dalam tulisan ini adalah huruf Arab, tetapi bahasa yang digunakan terkadang bahasa Arab, terkadang bahasa Parsi dan terkadang pula bahasa Turki yang populer di Daulat Utsmaniyah,. Buku ini telah ditulis kurang lebih 131 tahun sebelum munculnya buku PacioliLuca Pacioli Summa de Arithmatica Geometria et Proportionalitapada tahun 1494 yang menjadi cikal bakal di daulatnya Pacioli sebagai Bapak Akuntansi lantaran dalam salah satu Bab di bukunya dianggap telah memperkenalkan Double Entry Accounting System.

Lalu mengapa ya Akuntansi sampai bisa di-claim oleh orang-orang Barat sebagai produk mereka? Para sejarawan menduga sejak dulu para Entrepreuner Muslim telah menjalin kerjasama perdagangan dengan bangsa Italia sehingga secara otomatis telah terjadi transfer nilai sosial budaya dan ilmu pengetahuan. Hal ini bisa kita analogikan dengan pengaruh yang di bawa oleh para pedagang Muslim yang datang ke Nusantara dimana transfer nilai yang terjadi pada saat itu turut membawa perubahan signifikan bagi penduduk lokal Nusantara dari berbagai segi termasuk di dalamnya segi ilmu pengetahuan dan budaya.

Memang, buku Pacioli termasuk buku yang pertama kali dicetak tentang sistem pencatatan sisi-sisi transaksi (double entry), dan buku Al Mazindarani masih dalam bentuk manuskrip, belum di cetak dan belum diterbitkan. Al Mazindarani berkata bahwa ada buku-buku (barangkali yang dimaksudkan adalah manuskrip-manuskrip yang menjelaskan aplikasi-aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sebelum dia menulis bukunya yang dikenal dengan judul :”Risalah Falakiyah Kitab As Sayaqat”. Dia juga mengatakan bahwa secara pribadi, dia telah mengambil manfaat dari buku-buku itu dalam menulis buku “Risalah Falakiyah” tersebut. Dalam bukunya yang masih dalam bentuk manuskrip itu, Al Mazindarani menjelaskan hal-hal beriktu ini:

· Sistem akuntansi yang populer pada saat itu, dan pelaksanaan pembukuan yang khusus bagi setiap sistem akuntansi.

· Macam-macam buku akuntansi yang wajib digunakan untuk mencatat transaksi keuangan.

·   Cara menangani kekurangan dan kelebihan, yakni penyetaraan.


Praktek Sistem Pembukuan Yang Pernah Dilakukan oleh Kaum muslimin

  1. Jaridah Al Kharaj; menunjukan utang individu atas zakat tanah, hasil pertanian, utang hewan ternak, dan cicilan. Utang individu dicatat di satu kolom dan cicilan pembayaran di kolom yang lain menyerupai receivable subsidiary ledger ( Lasheen, 1973)
  2. Jaridah Annafakat; jurnal pengeluaran
  3. Jaridah Al Mal (Jurnal Dana); mencatat penerimaan dan pengeluaran dana zakat
  4. Jaridah Al Musadareen; mencatat penerimaan denda atau sita dari individu yang tidak sesuai syariah, termasuk korupsi.

Adapun bentuk laporan keuangan yang telah dikenal oleh kaum Muslimin adalah sebagai berikut :

  1. Al Khitmah; menunjukan total pendapatan dan pengeluaran yang dibuat setiap bulan ( Bin Jafar, 1981 )
  2. Al Khitmah Al Jami’ah; laporan keuangan komprehensif gabungan antara income statement dan balance sheet ( pendapatan, pengeluaran, surplus/defisit, belanja untuk aset lancar maupun aset tetap ) dan dilaporkan setiap akhir tahun.

Wah ternyata benerkan klo Akuntansi telah lebih dulu di kenal oleh kaum Muslimin daripada oleh orang-orang Italia. So, tertarik untuk mempelajari keuangan syari’ah lebih lanjut?

Wallahu’alam

Realisasi Penerimaan Pajak Semester I 2008

Filed under: MoF NEWS — kangpandoe @ 8:13 am

KONFERENSI PERS DIRJEN PAJAK

REALISASI PENERIMAAN PAJAK TRIWULAN I 2008

Jakarta, Jum’at – Realisasi penerimaan pajak netto 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2008 setelah dikurangi dengan restitusi tanpa PPh migas adalah sebesar Rp113.533,66 miliar meningkat 42,70% dibandingkan realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp79.559,59 miliar. Demikian disampaikan Dirjen Pajak Darmin Nasution kepada para wartawan di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak.(04/04)

REALISASI PENERIMAAN PAJAK TERTINGGI SELAMA 5 TAHUN TERAKHIR

Lebih lanjut Darmin menyampaikan bahwa realisasi pertumbuhan tersebut jauh diatas rata-rata pertumbuhan penerimaan 5 tahun terakhir sebesar 19,36%. ”Adapun apabila penerimaan pajak netto bila digabung dengan PPh migas periode triwulan I 2008 lebih tinggi lagi yakni sebesar Rp127.962,42 miliar atau mengalami pertumbuhan 49,93% dibandingkan realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp85.347,90 miliar.” Jelas Darmin.

Dari angka-angka diatas bisa bisa ditarik kesimpulan sementara bahwa transaksi dalam perekonomian menunjukan peningkatan. ”Jadi, kita di DJP selain upaya intensifikasi, angka-angka kita menunjukan baik laba perusahaan maupun transaksi di dalam perekonomian berjalan cukup baik sampai hari ini.” Tutur Darmin.

Darmin mengungkapkan bahwa sektor Pertanian dan Kehutanan serta Perkebunan kelapa sawit adalah penyumbang pertumbuhan penerimaan pajak terbesar triwulan I tahun ini. ”Penerimaan kita triwulan I tahun 2008 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2007 meningkat hampir 150% di sektor itu. Sementara itu sektor industri menyumbang pertumbuhan lebih dari 30%, sektor perdagangan 33%, real estate dan usaha perseroan 30% lebih, dan jasa keuangan hanya sekitar 11%.” Ungkap Darmin.

PERKEMBANGAN KASUS ASIAN AGRI

Saat dimintai keterangan mengenai kasus Asian Agri, ditempat yang sama Darmin mengungkapkan bahwa penyidikan kasus Asian Agri yang melibatkan 12 orang tersangka telah diselesaikan pada akhir Maret 2008. Pembahasan dan pendalaman berkas perkara antara tim penyidik pajak dengan tim jaksa pra penuntutan (sebelum pelimpahan) sudah dimulai sejak 10 Maret yang lalu. ”Penyerahan berkas akan Kita lakukan pada pertengahan minggu ke dua bulan April ini kepada Penuntut Umum yaitu Kejaksaan Agung melalui Bareskrim Polri.” Jelas Darmin

Direktur Intelijen dan Penyidikan Direktorat Jenderal Pajak M.Tjiptarjo menambahkan bahwa proses pemberkasan kasus Asian Agri ini diawali pengolahan informasi masuk dan pemeriksaan bukti permulaan dari bulan Januari sampai dengan bulan April. ”Positif kita tindaklanjuti dengan penyidikan yang diinstruksikan langsung oleh Pak Dirjen pada awal Bulan Mei, setelah berkas selesai kita olah keterangan para saksi untuk menetapkan siapa tersangkanya.” Jelas Tjiptarjo.

”Setelah selesai penyidikan ini Kita berhubungan dengan Tim Jaksa Pra Penuntutan dari Kejaksaan Agung untuk mempelajari berkas yang telah disusun. Setelah selesai semuanya, baru kita bekerjasama dengan KPK dan Bareskrim Polri sebelum penuntutan.” Lanjut Tjiptarjo menjelaskan.

Blog di WordPress.com.