Kangpandoe’s Weblog

April 14, 2008

Mencari Kompetitor Terbaik

Filed under: Motivasi — kangpandoe @ 4:32 am

Kompetisi adalah fithrah manusia

Sepertinya telah menjadi fithrah manusia untuk selalu berkompetisi dan senang melakukan kompetisi di dunia ini. Betapa tidak sesungguhnya untuk terlahir ke dunia ini saja kita telah berkompetisi. Ketika jutaan sel sperma berkompetisi untuk membuahi sel telur dalam rahim ibu, toh hanya satu dari berjuta-juta sel sperma itu yang keluar menjadi pemenang dan jutaan lainnya harus mati dalam kompetisi ini. Subhanallah, betapa Maha Suci Allah, kalau mengingat kembali cerita ini sungguh saya merasakan bahwa Allah telah menciptakan saya dari kualitas terbaik sang pemenang dengan jutaan kompetitor. Maka ketika saya harus berhadapan dengan sebuah kompetisi lainnya di dunia ini sungguh tidak layak bagi saya untuk gentar menghadapinya.

Allah SWT sendiri mengatakan di dalam Al Qur’an Surah Al Mulk ayat 2 bahwa diciptakan-Nya hidup dan mati manusia adalah untuk menguji siapa manusia yang paling baik amalnya. Dan di ayat lainnya kita juga diperintahkan agar berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan (fastabiqul khoirot). Artinya kembali lagi disini kita berkompetisi untuk menjadi manusia yang paling baik amalnya disisi Allah SWT.

Temukan Kompetitor-mu

Sahabat akang, setuju gak klo akang bilang tanpa kompetisi dunia ini kurang menarik? karena dengan adanya kompetitor-lah kita bisa mengefisiensikan dan mengefektifkan seluruh potensi dan resources yang kita miliki. Dengan kompetisi kita bisa lebih bergairah dan termotivasi dalam belajar, bekerja, berkarya, berinovasi dan tentu saja beribadah. Setiap pertandingan akan terasa nikmat disaksikan bila ada kompetisi di dalamnya.

Tengok saja persaingan antara Umar Ibn Khotob r.a. dan Abu Bakar r.a. sebuah kompetisi sehat yang membangun semangat untuk terus meningkatkan potensi kebaikan. Ketika Umar r.a. mengira dengan menginfakan separuh hartanya kali ini ia akan mampu untuk mengalahkan amal shalih Abu Bakar r.a. maka Abu Bakar r.a. pun menginfakan seluruh hartanya di jalan Allah, sampai-sampai ketika beliau di tanya oleh Rasulullah SAW apa yang disisakannya untuk keluarganya, Beliau menjawab; “Allah dan Rasul-Nya”.

Dalam konteks budaya kekinian kita bisa berkaca dari sebuah film yang menurut akang sangat bagus untuk di saksikan, apalagi oleh remaja kita. Film ini berjudul “dragon sakura” menceritakan kisah tentang 6 orang anak SMA “ecek-ecek” di Jepang yang bercita-cita masuk ke To Dai (Tokyo University) universitas elit nomor satu di Jepang di bawah bimbingan seorang sensei yang mantan ketua kelompok genk motor. Perjuangan mereka sangat unik, karena sebelum mereka berani bercita-cita untuk masuk ke To Dai, sekumpulan anak-anak desperate ini harus berjuang dulu melawan keyakinan diri mereka sendiri, berjuang melawan cemoohan dari berbagai pihak, berjuang melawan kondisi keluarga masing-masing, hingga pada akhirnya berjuang dan berkompetisi melawan para pesaing di ujian masuk To Dai.

Hal yang akang garis bawahi dari film itu adalah cara mereka belajar. Mereka menjadikan setiap kegiatan belajarnya sebagai kompetisi sesama mereka dengan cara yang unik, setiap yang mendapatkan nilai terendah harus memakai ikat kepala bertuliskan “DUMB” dan ikat kepala ini baru bisa dilepas kalau dia mendapatkan nilai yang lebih baik. Mereka telah berhasil menemukan visi yang sama, kemudian menjadikan sahabatnya sebagai kompetitor terbaik bagi mereka sendiri untuk sama-sama mengejar cita-cita.

(eh..eh.. kok jadi nulis resensi film nie….ending-nya yang keterima di To Dai cuma 3 orang dari 6 orang itu lho, jadi gak semuanya happy ending)

Begitu-pun kita, saya sendiri sangat ingin menemukan sahabat sekaligus kompetitor dalam hidup ini. Dengan keberadaannya saya akan selalu merasa termotivasi, terinspirasi dan bergairah dalam hidup ini. Seperti Umar r.a. dan Abu Bakar r.a. atau seperti Abdullah Ibn Umar dan sekumpulan kawannya yang berani men-declare cita-citanya dan mewujudkannya bersama-sama. Subhanallah alangah indahnya seperti itu.

Kompetitormu Bukanlah Musuh-mu

Musuh abadi manusia Allah katakan dalam Al Qur’an adalah Syaithon laknatullah ‘alaih. Oleh karenanya siapapun dia yang menjadi kompetitor kita harus kita maknai sebagai sparing partner yang akan membantu kita melejitkan potensi diri kita. Ia adalah cerminan dari capaian kerja keras kita selama ini, kalau ia lebih hebat itu artinya kita mesti harus lebih banyak berlatih lagi. Kalau suatu saat kita yang lebih unggul artinya ada satu nilai lebih yang kita sudah miliki namun belum dimiliki oleh kompetitor kita dan kita harus menjaga bahkan membuat inovasi baru lagi untuk meningkatkannya.

Wallahu’alam bishowab

2 Komentar »

  1. macem2 juga ya isinya blog ini, dari yang pakem kayak mbahas realisasi APBN, yang islami, trus yang lucu2 juga ada.
    Kalo mengenai tulisan ini kayaknya aku udah pernah liat deh sekelompok manusia yang bener-bener nerapin metode ini. . .jadi kita gak usah jauh-jauh ampe ke jepang cuman untuk ngeliat penerapan metode ini.
    kasian juga liat si “DUMB” ini, tapi lumayan efektif kayaknya.

    Komentar oleh masyono — April 14, 2008 @ 6:28 am | Balas

  2. Maksudmu aku piye???????????

    Komentar oleh endahhh — April 15, 2008 @ 5:54 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: