Kangpandoe’s Weblog

Agustus 27, 2008

Geliat Investasi Syariah Lewat Launching Sukuk Negara

Filed under: MoF NEWS — kangpandoe @ 8:55 am

Alhamdulillah akhirnya instrumen investasi berbasis syariah yang telah dinanti kini telah tiba. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, di Hotel Mulia Jakarta telah meresmikan penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara) di pasar perdana dalam negeri tahun 2008, Selasa lalu (26/08).

Bertindak sebagai agen penjual Sukuk Negara adalah PT Danareksa, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas. Berdasarkan pelaksanaan Bookbuilding yang telah dilaksanakan tanggal 15 sampai dengan 21 Agustus 2008 lalu, diketahui jumlah penawaran yang masuk untuk seri Ijarah Fixed Rate (IFR–0001) adalah sebesar Rp4,839 triliun sedangkan untuk seri IFR–0002 sebesar Rp3,231 triliun. Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah penawaran yang dimenangkan untuk seri IFR-0001 adalah sebesar Rp2,714 triliun dan seri IFR-0002 sebesar Rp1,985 triliun.

Sukuk Negara seri IFR-0001 jatuh tempo pada tanggal 15 Agustus 2015 dan seri IFR-0002 jatuh tempo pada 15 Agustus 2018. Tingkat kupon/imbalan yang ditetapkan untuk seri IFR-0001 adalah sebesar 11,80% dan IFR-0002 adalah sebesar 11,95%. Tanggal pembayaran imbalan/kupon untuk kedua seri Sukuk Negara ini adalah setiap tanggal 15 Februari dan 15 Agustus.

Pada acara ini juga terungkap distribusi investor Sukuk Negara berdasarkan struktur industrinya, yakni : Asuransi 29,80%, Bank Konvensional 27,01%, Sektor Bank Syariah 9,66%, Dana Pensiun 4,77%, Reksadana 2,45%, yayasan 2,08% dan Lembaga Keuangan Lain 24,16%. Selain itu, juga terdapat penawaran dari individu sebesar 0,06%.

Menkeu mengatakan bahwa kenyataan investor Sukuk dari kalangan institusi syariah kurang dari 10% bukanlah merupakan sebuah anomali akan tetapi merupakan sebuah prestasi. Hal ini disebabkan karena bagi investor yang penting adalah karakter dari instrumen investasinya yakni tingkat yield-nya dan tingkat keamanan investasi yang bersangkutan. “Jadi dalam hal ini, instrumen ini memberikan berbagai alternatif kepada berbagai jenis investor yang ingin menginvestasikan dananya  dalam instrumen-instrumen keuangan yang ada di Indonesia.” Jelas Menkeu.

Insya Allah bulan Oktober 2008 akan di terbitkan Sukuk berdenominasi valas dan menyusul pula penerbitan Sukuk Riteil pada 2009 mendatang.  Mudah-mudahan bisa menjadi investor  sukuk riteil tahun depan. Insya Allah.

Nb :

Nantikan tulisan berikutnya / Cooming Soon :

1. Kangpandoe ngerokok : Fakta Rokok di Indonesia (tulisan kedua) < Artikel>

2. Ta’aruf dengan Sukuk <Finance>

3. Meminang Bidadari <Features>

Iklan

Agustus 25, 2008

Kangpandoe Ngerokok : Fakta Rokok di Indonesia

Filed under: Artikel — kangpandoe @ 10:03 am

( Tulisan Pertama dari Dua Tulisan )

Mulut asem…, gak bisa mikir…, dan lemes…, itulah kira-kira perasaan yang dialami seorang ‘ahli hisap’ bila sehari atau bahkan sejam saja belum menghisap dan mengepulkan asap rokok dari kerongkongannya. Alhamdulillah akang teh gak sampe jadi pecandu rokok yang parah kayak gitu….

He..he.. jadi inget waktu pertama kali nyobain ngerokok, waktu itu pas acara perpisahan kelas 3 SMP di Waduk Darma, Kuningan. Ada temen yang ngasih rokok, katanya lumayan efektif nih untuk menghangatkan badan ditengah cuaca dingin udara pegunungan.

Abis itu beberapa kali semasa kelas satu SMA temen sekamar dikosan (kakak kelas 3) sering ngasih beberapa batang rokok. Kemudian rokok-rokok tadi sebagian akang kasihkan ke orang yang memang bener-bener doyan rokok, tapi kadang-kadang kalau lagi stress tak hisap sendiri rokoknya… weleh…weleh.

Untungnya pas temen sekamar itu lulus, gak pernah lagi ada yang ngasih-ngasih rokok, dan alhamdulillah seumur hidup belom pernah beli rokok pake duit sendiri. He..he.. jaman SMA dulu, hidup dikosan jangankan buat beli rokok… bisa makan 3 kali sehari aja udah TOP ( Halah jangan suka mendramatisir kang, eh..beneran lho ).

Fatwa MUI : Haram Merokok

Fatwa haram merokok awalnya digagas oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi. Kak Seto mengusulkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram merokok (khususnya bagi anak dibawah umur) guna menyelamatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dari bahaya racun rokok.

Akan dikeluarkannya fatwa ini kemudian mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak dan seperti biasa banyak juga yang menentang. Sementara pihak yang menentang, sebenarnya juga mengakui bahwa merokok pada dasarnya memang merugikan terutama kesehatan badan. Namun di sisi lain, mereka juga mengakui tidak sedikit sumbangan dari para pengusaha rokok. Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, sponsorship program lingkungan hidup, pemerdayaan masyarakat, pembinaan atlet olahraga, dan lainnya.

Dalam bungkus rokok sudah jelas-jelas tertulis merokok dapat mengakibatkan serangan jantung, kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin sebagai bentuk pringatan kepada para penikmat dan pecandu rokok. Namun sepertinya peringatan tersebut hanya menjadi tulisan tanpa makna. Sebab, semakin hari semakin bertambah jumlah pecandu rokok di negeri ini. Tidak hanya pria dewasa yang sudah bekerja, namun anak-anak sekolah juga sudah mulai kecanduan dengan barang yang mengandung zat nikotin ini.

Di tulisan ini, saya mencoba menyajikan fakta dan solusi apa yang bisa kita pertimbangkan bersama untuk memperbaiki keadaan ini. Tentunya dari sudut pandang ekonomi dan keuangan donk sebagai field major akang, klo dari sudut fiqihnya insya Allah sudah banyak ulama-ulama kita yang berkompeten. Begitu juga dari sudut kesehatan, insya Allah sudah banyak ahlinya pula. Mudah-mudahan bermanfaat.. Amin.

Fakta Rokok di Indonesia

1. Sebanyak 57 juta penduduk Indonesia Merokok

Persentase penduduk yang merokok pada tahun 2004 adalah 34%, meningkat 7% dari tahun 1995 yang hanya sebesar 27%. penduduk laki-laki perokok sebanyak 63%, sedangkan wanita yang perokok 4,5%. Dengan mayoritas perokok mengkonsumsi rokok kretek (88%)

2. Lebih dari 97 juta penduduk Indonesia yang tidak merokok terpapar asap rokok secara terus-menerus

3. Hampir 80 persen perokok mulai merokok sebelum umur 19 tahun

Akibat informasi yang tidak sempurna yang dimiliki oleh konsumen tentang risiko kesehatan dan efek adiktif menyebabkan terjadinya kegagalan pasar pada konsumsi tembakau. Tepatnya 78% dari perokok Indonesia mulai merokok sebelum usia 19 tahun.
Nikotin bersifat sangat adiktif, faktanya perokok dibawah usia 15 tahun, dimana 8 dari 10 diantaranya gagal dalam usahanya untuk berhenti merokok. Tidak seperti barang konsumsi adiktif lainnya yang illegal, konsumen rokok secara terus menerus dihadapkan pada gencarnya iklan yang mempromosikan rokok sebagai suatu yang umum diterima di lingkungan sosial.

4. Separuh dari 57 juta perokok akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok

Nah lho ini fakta-fakta yang lebih mengerikan : setiap tahun 200.000 orang meninggal akibat merokok di Indonesia. 50% perokok aktif akan meninggal akibat merokok di Indonesia.
Parahnya lagi nih, ente catet semua… biaya kesehatan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan merokok mencapai Rp2,9 triliun sampai dengan 11 triliun per tahunnya atau setara dengan 0,12% sampai 0,29% dari Produk Domestik Bruto.

5. Pada tahun 2005, rumah tangga dengan perokok menghabiskan 11,5% pengeluaran rumahtangganya untuk konsumsi tembakau

Sementara itu, hanya 11% digunakan untuk membeli ikan, daging, telur dan susu secara keseluruhan. 2,3% untuk kesehatan dan 3,2% untuk pendidikan. ( Nah, lho… untuk calon ibu-ibu pertimbangkan lagi lho klo calon suaminya sekarang perokok… hikz..hikz..)

Bersambung…

Sumber Utama Referensi :

1. Ekonomi Tembakau di Indonesia, Barber, Sarah, dkk. Lembaga Demografi FEUI. 2008
2. Kosen S. Bab 2 The Health Burden of Tobacco use. Dalam Tobacco Source book, Depkes RI.2004
3. P. Jha, FJ. Chaloupka, J. Moore, V. Gajalakshmi, PC Gupta, R. Peck et al. Tobacco addiction. Disease Control Priorities in Developing Countries. Oxford University Press. 2006
4. WHO, National Health Accounts. Indonesia. 2006
5. PDB berdasarkan anggaran (APBN) tahun 2007. Dalam Statistik Anggaran 2007-2008. Departemen Keuangan.

Agustus 19, 2008

Foto Model

Filed under: Photography — kangpandoe @ 4:13 am

Foto diambil di Pantai Kuta

8 Mei 2008 Pukul 17 : 03 :50

NIKKON D300

F 5,6/60 Focal Length 24 mm ISO 400

Fotographer : kangpandoe

Model : Mr. Hirwy

Indahnya Pantai Kuta….. Mudah-mudahan bisa kesana lagi dan mampir lagi di warung makannya pak aji di GKN Denpasar buat nyicipin sotonya…. Maknyuuuusss

Belum Ada Judul

Filed under: Features — kangpandoe @ 1:22 am

Duh, kenapa mata ini tak kunjung terpejam… dan ah, kenapa pula tiba-tiba aku memikirkannya? Padahal sudah lama tak bersua dengannya. Hmm… Apakah karena aku merasa dialah sosok suami yang selama ini kucari? Tepatnya orang yang akan membantuku tuk menggenapkan separuh dien ini.

Pria yang akan selalu menyediakan bahunya tuk tempatku bersandar. Ia pula yang kuharap kelak akan menyeka air mataku bila ku bersedih dan mengecup keningku untuk sekedar menghapus gundah gulanaku.

Tapi kenapa harus dia…??? Apakah ini cuma sekedar hasil reaksi akibat unsur “chemistry”ku yang bersenyawa kepadanya?

Ah, tapi tidak juga… Ku rasa penilaianku sejak dulu tak pernah berubah terhadapnya. Ia memang bukan pria yang sempurna, tapi yang membuatku kagum kepadanya adalah kemampuannya tuk mengelola ketidaksempurnaannya itu.

Aku memang manja, cerewet, dan mau menang sendiri… Dan ku lihat dia begitu sabar. Belum pernah kulihat dia begitu marahnya kepada orang lain. Ya, tidak salah lagi bukankah aku memang membutuhkan seorang pendamping yang sabar? Sabar atas sifatku yang manja, cerewet, dan suka menang sendiri itu.

Selain itu, dia orang yang dapat diandalkan dan selalu memegang kata-katanya. Ia tak akan berjanji untuk satu hal yang tak akan bisa ia tepati.

Yang aku mau dia harus mampu menjadi Bapak yang baik bagi anak-anakku kelak. Imam di dalam keluarga, ayah, sekaligus sahabat bagi anak-anak.

Hmm… satu hal lagi, dan ini yang terpenting buatku adalah tanggungjawabnya !

Setegar apapun aku….

Sehebat apapun aku…

Sejauh apapun aku dapat melangkah…

dan setinggi apapun aku dapat terbang mengangkasa…

Aku tetaplah seorang wanita yang menyadari kodratnya. Aku sadar akan fitrahku sebagai seorang ibu bagi anak-anakku kelak. Aku juga sadar akan kelemahan-kelemahanku. Oleh karena itu, aku ingin orang yang akan bertanggungjawab pada kehidupanku kelak adalah orang yang benar-benar penuh tanggungjawab.

Hmm… Kapankah ia akan datang tuk menjadikanku yang halal baginya ? Sehingga akan ku dapat menjadikannya yang halal pula bagiku…

Ups, Astagfirullah… kenapa lamunanku sampai kesana ?

Ya Rabb berikanlah hamba pertolongan untuk dapat menjaga kesucian diri ini dan kirimkanlah seseorang yang akan menjadi matahariku yang dengan kehadirannya mampu menjaga kehangatan cintaku kepada-Mu

Aku ingin segera terbang ke langit, agar dapat kusaksikan betapa indahnya gunung-gunung yang tinggi menjulang dan dapat kulintasi hamparan samudera dunia. Namun sayang… Aku cuma punya satu sayap, bagaimana jika sayap yang satunya lagi itu adalah kamu ???

RAPBN 2009 : Memenuhi Amanat Konstitusi di Bidang Pendidikan di Tengah Ketidakpastian Perekonomian Global

Filed under: Finance — kangpandoe @ 1:01 am

APBN merupakan instrumen yang sangat penting untuk mencapai tujuan bernegara dan menjaga stabilitas perekonomian. Terlebih lagi pada tahun 2009, dimana Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi. Kunci keberhasilan pembangunan ekonomi tahun depan salah satunya akan ditentukan oleh keberhasilan RAPBN 2009 memprediksi berbagai indikator asumsi makro ekonomi. Disusun dalam suasana ketidakpastian perekonomian dunia dan seiring gejolak harga energi dan pangan, RAPBN 2009 hadir untuk memenuhi amanat konstitusi yakni memberikan porsi 20% untuk anggaran pendidikan.

Hal ini terungkap dalam penjelasan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengenai Nota Keuangan dan RAPBN 2009 kepada para wartawan di Lantai Mezanin Gedung Djuanda I Departemen Keuangan (15/08). Turut hadir mendampingi Sri Mulyani anggota tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur Bank Indonesia Boediono. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang hadir diantaranya adalah Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menkominfo Muhammad Nuh, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

APBN 2009 disusun berpedoman pada kerangka ekonomi makro 2009 yang disusun bersama oleh Pemerintah dan DPR, pokok-pokok kebijakan fiskal 2009, RKP 2009 serta saran dan pendapat DPR dan DPD RI pada forum pembicaraan pendahuluan RAPBN 2009. Substansi RAPBN 2009 didasarkan pada pengkajian mutakhir yang dilakukan oleh Pemerintah dengan memperhatikan saran Bank Indonesia tentang perkembangan ekonomi nasional dan internasional selama paruh pertama tahun 2008. Disamping itu, RAPBN 2009 juga telah disesuaikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi untuk mengalokasikan dana pendidikan 20 persen dari APBN. Berikut sejumlah pokok-pokok kebijakan pemerintah dalam RAPBN 2009.

Prioritas Utama Anggaran : Pembangunan Manusia Indonesia

Dalam tahun anggaran 2009, meskipun dalam kondisi anggaran yang masih sangat terbatas, Pemerintah bertekad untuk memenuhi amanat konstitusi dalam pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Hal ini dibuktikan dalam dokumen tambahan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden RI kepada DPR (15/08), telah dipenuhinya amanat konstitusi untuk anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Untuk memenuhi amanat konstitusi tersebut, pemerintah meningkatkan defisit dari sumber utang sebesar Rp20,2 triliun, sehingga rencana defisit RAPBN 2009 direvisi dari 1,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadi 1,9 persen PDB.

Anggaran pendidikan harus ditambah sebesar Rp46,1 triliun untuk mencapai 20 persen dari APBN, dengan mengurangi beban subsidi energi, dan membagi beban dengan daerah. Hal ini disebabkan anggaran pendidikan pada akhirnya akan dibelanjakan dan dinikmati oleh daerah. Pemerintah menetapkan kenaikan anggaran pendidikan ditujukan untuk mencapai seluruh target Wajib Belajar Sembilan Tahun, memperbaiki kesejahteraan guru secara signifikan, dan meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Penetapan alokasi untuk fungsi kesehatan juga mengalami peningkatan yang cukup berarti, yaitu 9,3 persen lebih tinggi dari APBN-P 2008 yaitu dari Rp16,0 triliun menjadi Rp17,4 triliun. Pengeluaran untuk fungsi kesehatan ini dilakukan dengan melanjutkan program asuransi kesehatan untuk keluarga miskin sebagaimana diamanatkan dalam UU Sistem Jaminan Sosial Nasional dan upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak sehingga generasi Indonesia mendatang bisa tumbuh lebih sehat dan cerdas.

Pengeluaran Infrastruktur diberikan porsi yang signifikan dan meningkat dibandingkan dengan tahun lalu

Peningkatan alokasi untuk pembangunan infrastruktur terlihat dari peningkatan anggaran dua departemen yang mengelola infrastruktur yaitu Departemen Pekerjaan Umum naik sebesar 8,7 persen menjadi Rp35,7 triliun dan Departemen Perhubungan meningkat sebesar 5,1 persen menjadi Rp16,1 triliun dari APBN-P 2008. Sedangkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp7,0 triliun.

Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Keluarga Miskin Tetap Menjadi Prioritas Anggaran

Pemerintah juga masih mempertahankan subsidi BBM dan listrik dalam proporsi yang cukup besar. RAPBN 2009 masih mempertahankan subsidi BBM hingga Rp101,4 triliun, termasuk subsidi LPG Rp14,6 triliun. Di samping itu, untuk subsidi listrik pemerintah menyediakan Rp60,4 triliun. Untuk mengurangi subsidi BBM dan listrik, pemerintah sedang menggiatkan penggunaan sumber energi alternatif di luar BBM termasuk mempercepat pembangunan pembangkit listrik nonBBM dan program pengembangan biofuel yang didorong dengan penyediaan subsidi kredit program biofuel sebesar Rp640,6 miliar.

Alokasi untuk sektor perdesaan dan pertanian juga terlihat dari peningkatan alokasi anggaran untuk sektor pertanian yaitu Rp13,9 triliun (RAPBN 2009) terdiri dari Rp8,4 triliun anggaran Departemen Pertanian dan Rp5,5 triliun melalui anggaran subfungsi pengairan. Petani juga menikmati berbagai subsidi langsung dan spesifik dalam bentuk subsidi pupuk, subsidi bunga kredit program dan subsidi benih berjumlah Rp21,4 triliun atau meningkat 112,9 persen dibandingkan dalam APBN-P 2008.

Komitmen untuk perbaikan governance diupayakan dengan reformasi birokrasi dan peningkatan anggaran untuk penegakan hukum

Alokasi RAPBN 2009 juga menunjukkan keinginan pemerintah secara terus menerus untuk memperbaiki governance dalam rangka penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. Perbaikan sistem remunerasi di Departemen Keuangan mulai tahun 2008 telah diperluas. Tahun depan langkah ini akan dilanjutkan pada beberapa Kementerian Negara/lembaga (K/L) yang strategis sesuai dengan kesiapan K/L yang bersangkutan dalam mempersiapkan sistem pengembangan sumber daya manusia yang berbasis kinerja.

Secara umum pemerintah mengusulkan kepada DPR untuk memperbaiki take home pay (THP) PNS dan pensiunan dengan menaikkan gaji/pensiun pokok sebesar 15 persen. Penyesuaian gaji ini diharapkan akan meningkatkan take home pay minimal untuk PNS golongan terendah menjadi Rp1,7 juta/bulan pada tahun 2009 atau naik hampir 2,5 kali lipat dibandingkan THP yang diterima yang bersangkutan pada tahun 2005.


Transfer Ke Daerah tetap diupayakan terus meningkat
Peningkatan anggaran juga terjadi dalam transfer ke daerah. Transfer ke Daerah meningkat dari Rp292,4 triliun dalam APBN-P 2008 menjadi Rp303,9 triliun dalam RAPBN 2009, atau 27,1 persen dari total belanja negara dalam RAPBN 2009. Kenaikan ini merefleksikan keinginan untuk mewujudkan agar proses desentralisasi dan otonomi daerah dapat benar-benar terwujud. Di samping kenaikan dalam DAU dan Dana Bagi Hasil, Pemerintah juga meningkatkan DAK sebesar Rp1,1 triliun, sehingga total DAK tahun 2009 mendatang diusulkan meningkat menjadi Rp22,3 triliun.

Sumber Pendanaan APBN makin mengandalkan sumber penerimaan dalam negeri terutama Pajak

Sumber pendanaan RAPBN 2009 akan berasal dari penerimaan dalam negeri baik penerimaan perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Rasio penerimaan perpajakan meningkat dari 13,6 persen terhadap PDB dalam APBN-P 2008 menjadi 13,7 persen terhadap PDB dalam RAPBN 2009. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan rasio penerimaan perpajakan nonmigas dari sebesar 12,4 persen terhadap PDB dalam APBN-P 2008 menjadi 12,5 persen terhadap PDB dalam RAPBN 2009.

Dalam RAPBN 2009, pembiayaan anggaran yang bersumber dari dalam negeri secara neto direncanakan mencapai Rp110,7 triliun. Pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri ini direncanakan berasal dari (i) penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN dengan mempertimbangkan kebijakan fiskal dan moneter secara terpadu; (ii) penjualan aset program restrukturisasi perbankan secara optimal; (iii) rekening dana investasi (RDI); dan (iv) privatisasi. Sumber pembiayaan melalui privatisasi dirancang pada tingkat yang cukup rendah, karena pemerintah menyadari bahwa program privatisasi tidak seharusnya ditujukan semata-mata untuk memenuhi pembiayaan defisit APBN, namun yang lebih penting adalah upaya penyehatan dan peningkatan kinerja BUMN seperti amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 mengenai BUMN.

Sementara itu, pembiayaan anggaran yang berasal dari sumber-sumber pinjaman luar negeri neto sebesar minus Rp11,1 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek sebesar Rp48,5 triliun, dan dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp59,6 triliun.

Terakhir, perlu dicatat oleh pemerintah bahwa RAPBN 2009 ini juga masih memiliki sejumlah risiko fiskal seperti ketidaksesuaian asumsi makro, risiko-risiko berkaitan dengan posisi utang pemerintah, risiko proyek pembangunan infrastruktur, risiko BUMN, risiko sektor keuangan, risiko program pensiun dan tunjangan hari tua PNS, risiko desentralisasi fiskal, risiko tuntuan hukum kepada pemerintah, dan risiko keanggotaan pada organisasi dan lembaga keuangan internasional. Tantangan inilah yang kedepan akan dijawab APBN 2009.

Agustus 15, 2008

2007 Annual Report Awards (ARA)

Filed under: MoF NEWS — kangpandoe @ 2:28 am

“Saya ikut bangga dan cukup lega bahwa juara umum terus menerus dipegang oleh BUMN. Namun agak memalukan juga bahwa ada BUMN yang masih tidak eligible untuk diberikan award.” Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya seusai menyerahkan penghargaan ARA 2007 untuk kategori juara umum yang diraih oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Selasa malam di Flores Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta (12/08).

ARA merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan bersama oleh Bapepam-LK, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Negara BUMN, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), dan Ikatan Akuntan Indonesia. Penyelenggaraan ARA tahun ini merupakan perhelatan yang ke-7 sejak tahun 2002 silam serta perhelatan kali ketiga yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Tercatat sebanyak 167 peserta dari kalangan korporasi turut ambil bagian dalam event ini. Para peserta terbagi dalam 8 kategori, meliputi : kategori BUMN Keuangan Listed; BUMN Keuangan Non Listed; BUMN Non Keuangan Listed; BUMN Non Keuangan Non Listed; Private Keuangan Listed; Private Keuangan Non Listed; Private Non Keuangan Listed; dan Private Non Keuangan Non listed.

Selain itu, ARA tahun ini diikuti pula oleh 2 lembaga pemerintah yakni KPK dan Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh-Nias (BRR NAD-Nias). Sayangnya, dewan juri belum dapat memberikan penilaian laporan keuangan kedua lembaga pemerintah tersebut karena kriteria penilaian yang digunakan masih mengacu pada kriteria penilaian untuk sektor corporate.

Dewan Juri

Dewan juri ARA terdiri dari 14 orang yang berasal dari berbagai kalangan meliputi regulator, akademisi, asosiasi investor, dana pensiun, IAI, BUMN, dan praktisi pasar modal. Menurut ketua dewan juri ARA 2007, Mar’ie Muhammad, dalam implementasi Good Corporate Governance dibandingkan negara-negara lain di Asia, Indonesia masih tertinggal. Hal ini didasarkan atas laporan yang disampaikan oleh Corporate Governance Watch pada tahun 2007 yang menempatkan Indonesia pada peringkat terbawah dari 11 negara Asia yang disurvey selama tahun 2003-2006. Ke-11 negara Asia tersebut adalah Honkong, Jepang, Singapura, India, Taiwan, Korea, Malaysia, China, Philipina, Thailand, dan Indonesia.

Oleh karena itu, melalui penyelenggaraan ARA diharapkan dapat meningkatkan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada umumnya dan secara khusus dapat pula meningkatkan penerapan prinsip transparansi di sektor dunia usaha, baik BUMN/BUMD tercatat dan tidak tercatat maupun perusahaan private yang tercatat dan tidak tercatat di Bursa Efek.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dewan Juri ARA, Etty Retno Wulandari menambahkan bahwa latar belakang penyelenggaraan ARA salah satunya adalah untuk meningkatkan implementasi good corporate governance perusahaan-perusahaan di Indonesia. ”Diharapkan nanti kalau implementasi good corporate governance yang terlihat di laporan tahunannya sudah bagus, kedepan dimungkinkan pemberian ARA berkembang tidak hanya kepada perusahaan, tapi juga pelaku usaha lainnya termasuk Pemda dan sebagainya.” jelas wanita penyandang gelar PhD dari NTU, Singapura yang juga sebagai satu-satunya wanita dalam jajaran dewan juri ARA 2007 ini.

Para Pemenang ARA 2007

Penilaian pemenang dilakukan melalui serangkaian proses seleksi yang ketat oleh dewan juri meliputi penilaian kuantitatif atas kualitas informasi yang disajikan dalam laporan tahunan. Khususnya menyangkut aspek transparansi dan good corporate governance. Selain itu, untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif dewan juri juga melakukan wawancara, dan company visit. Dari 8 kategori yang dilombakan, tidak terdapat pemenang untuk kategori Private Keuangan Non Listed sehingga secara keseluruhan terdapat 19 penerima penghargaan.

Juara Umum
PT Telekomunikais Indonesia Tbk
Private Keuangan Listed
1. PT Bank Niaga Tbk
2. PT Bank NISP Tbk
3. PT Bank Permata Tbk
Private Keuangan Non Listed
Tidak Ada Pemenang
Private Non Keuangan Listed
1. PT Indosat Tbk
2. PT International Nickel Indonesia Tbk
3. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk
Private Non Keuangan Non Listed
1. PT Elnusa Tbk
2. PT Pupuk Kaltim
3. PT Petro Kimia Gresik (Persero)
BUMN Keuangan Listed
1. PT Bank Negara Indonesia (Persero)
2. PT Bank Mandiri Tbk
3. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero)
BUMN Non Keuangan Listed
1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
2. PT Aneka Tambang Tbk
3. PT Adhi Karya Tbk
BUMN Keuangan Non Listed
PT Jamsostek (Persero)
BUMN Non Keuangan Non Listed
1. PT Angkasa Pura II
2. PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Rewards

Kepada para pemenang dari masing-masing kategori diberikan berbagai rewards antara lain : sertifikat yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan; tidak dilakukan pemeriksaan pajak untuk tahun buku 2007 untuk pemenang 1-3; pemotongan biaya pencatatan/listing fee sebagai Emiten di Bursa Efek Indonesia untuk pemenang 1-3; publikasi pemenang di media massa; Pengurangan Initial Fee Corporate Member IAI; undangan untuk mengikuti Directorship Certification Program untuk pemenang 1-3; penghargaan khusus dari bank Indonesia khusus pemenang dari Perbankan; dan kumpulan peraturan, dan bentuk lain yang dipandang perlu dari regulator.

Agustus 7, 2008

Inside Looking

Filed under: Photography — kangpandoe @ 9:42 am

Ada yang bilang kalau seorang photographer adalah orang yang jeli melihat suatu moment untuk ditangkap dan diabadikan dalam jepretan kameranya. Hmm… bener ga ya? Terlepas dari benar tidaknya, agaknya memang satu realita tak terbantahkan kalau seorang photographer memiliki insting yang terlatih untuk mengabadikan gambar-gambar unik.

Seperti gambar yang satu ini, terlepas dari apapun persepsi dan pemaknaan sahabat semua, menurutku sendiri gambar ini unik lho… Setidaknya ada 2 hal yang bisa kita maknai dari gambar yang satu ini.

Pertama, Kasih sayang dan bimbingan dari seorang ayah kepada kedua orang anaknya

Dari gambar ini nampak jelas betapa dengan penuh perhatian dan sikap yang penuh perlindungan sang ayah menggandeng ke dua anaknya untuk melihat-lihat bagian dalam sebuah bangunan tua di kawasan Kota Tua Jakarta.

Terus terang aku suka jealous kalau melihat kasih sayang dan perhatian seorang ayah kepada anak-anaknya. Hmm… alasannya sepele sih, karena aku memang gak banyak dan gak lama mengalami hal serupa. But anyway, segala puji bagi Allah yang masih memberikanku bimbingan terbaik dibawah kasih sayang mamah tercinta… (Mamaaah I Love You)

Kedua, Inside Looking (analogi bangunan tua dengan hati manusia)

Sesekali mengintip ke dalam hati manusia, tengoklah ia dengan pandangan jernih. Yup… pandangan jernih layaknya seorang anak kecil yang polos dan lugu, ia mampu melihat sesuatu dengan jernih tanpa tendensi apapun.

Duh, aku agak khawatir dengan hati ini, jangan-jangan karena jarang ditengok ia sudah banyak berubah. Berubah dari bangunan semula menjadi bangunan yang rusak dengan kegelapan pekat menyelimuti bagian dalam bangunan hati ini.

Banyak sarang laba-labanya…

Lalu tiang-tiangnya hampir roboh…

Catnya kusam…

Kayu-kayunya sudah mulai lapuk lagi…

Kaca jendelanya pecah berserakan…

Lantainya amblas pula…

Duh, kapan ya terakhir kali kutengok bangunan hatiku…

Bagaimana kondisinya kini…

Akankah masih kutemukan bangunan yang sama seperti dulu???

Agustus 4, 2008

Rindu Ramadhan

Filed under: Motivasi — kangpandoe @ 10:01 am

Sahabat, tahukah kita bahwa rumah-rumah produksi dan TV station dalam rangka mempersiapkan tayangan-tayangan Ramadhan bisa melakukan persiapan sampai 6 bulan lamanya sebelum Ramadhan tiba? Luar biasa memang, dengan bisnis sebagai motivasi besarnya mereka telah bekerja keras mengeluarkan semua inovasi, kreasi, tenaga dan fikiran sampai sumber daya finansial dalam jumlah besar dalam rangka mempersiapkan tayangan-tayangan Ramadhan yang mampu menyedot penonton dan ujung-ujungnya mampu menaikkan ratting sehingga pundi-pundi rupiahpun dapat mengalir.

Saya rasa sobat juga sudah mahfum bahwasanya Rasulullah Saw mempersiapkan kedatangan bulan Ramadhan 4 bulan lamanya sebelum Ramadhan tiba. Nah pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan kita? Apa dan bagaimana persiapan kita untuk menyambut tamu agung yang hanya datang setahun sekali ini? Kalaulah PH dan station TV dengan motivasi bisnisnya telah melakukan persiapan sedemikian rupa, lantas bagaimana dengan kesunguhan persiapan kita sebagai umat Rasulullah Saw menyambut Ramadhan?

Mengapa Perlu Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan?

Ibarat sang tamu agung yang kedatangannya akan membawa banyak hadiah luar biasa yang sangat kita butuhkan, sungguh tamu agung ini tidak akan begitu saja memberikan hadiahnya kepada kita. Hanya sang tuan rumah yang mampu menyambut sang tamu dengan sebaik-baiknya, memenuhi seruan-seruannya, dan memulyakannya dengan kemulyaan yang pantaslah yang akan mendapatkan banyak hadiah-hadiah besar tersebut. Jika sang tuan rumah acuh tak acuh, masa bodoh atau hanya ala kadarnya saja menyambut sang tamu maka sebuah keniscayaan pula sang tamu hanya akan berlalu saja meninggalkan sang tuan rumah tanpa banyak hadiah berarti yang bisa diberikan.

Demikian halnya dengan kita sungguh kitalah sang tuan rumah dan Ramadhan adalah sang tamu agung itu. Ia datang dengan membawa hadiah-hadiah nan istimewa. Rahmat Allah SWT, ampunan-Nya, jutaan kesempatan meraih pahala, kesempatan meraih pembebasan dari api neraka, dan tentu saja kesempatan meraih predikat taqwa di sisi Allah SWT. Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk memperbanyak doa di bulan Ramadhan dengan memohon kepada Allah diberikan surga dan dijauhkan dari api neraka karena dua hal itulah yang sangat kita butuhkan dan melalui Ramadhanlah sarana agar keduanya dapat diraih.

Persiapan Seorang Mu’min Menyambut Ramadhan

Sungguh seruan puasa di bulan Ramadhan ini hanya ditujukkan bagi orang-orang yang beriman, maka selayaknyalah setiap pribadi yang mengaku beriman bersiap-siap menyambut seruan ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Dalam kajian Tarhib Ramadhan di Masjid Baitul Maal Kampus STAN (03/08), Ust. Musyaffa A. Rahim, Lc menyampaikan sejumlah hal yang hendaknya dilakukan oleh seorang Mu’min untuk mempersiapkan kedatangan Ramadhan, berikut inti sari kajian beliau.

  1. Memperbanyak Doa ; Perbanyaklah meminta kepada Allah SWT agar dipertemukan oleh Allah dengan bulan Ramadhan tahun ini karena siapa yang tahu umur manusia bukankah apa yang akan kita alami nanti malampun tidak kita ketahui. Kemudian mintalah agar kita diberikan kesehatan dan kemampuan untuk dapat mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih. Terakhir jangan pula lupa untuk memohon perlindungan agar dijauhkan dari hal-hal yang dapat merusak Ramadhan kita kali ini.
  2. Memperbanyak Puji dan Syukur kepada Allah ; Kita bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan dan nikmat yang diberikan sehingga kita masih bisa menikmati setiap tarikan dan hembusan nafas di bulan Rajab dan Sya’ban mudah-mudahan dengan rasa syukur tadi Allah tambahkan nikmat-Nya sehingga kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan yang mulia.
  3. Bergembira ; Nampaknya tidak ada alasan untuk tidak bergembira menyambut kedatangan Ramadhan. Pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya dan pintu-pintu neraka dikunci rapat dan setan-setan dibelenggu. Amal ibadah dilipatgandakan nilainya, nafas kita bernilai tasbih dan tidur kita dinilai sebagai ibadah. Lantas apalagi yang menyebabkan kita tidak berbahagia?
  4. Susun Rencana Ramadhan ; Sifat dasar dari waktu adalah cepat berlalu dan tak bisa diulang oleh karenanya apabila kita tidak memanage waktu dengan baik maka waktulah yang akan memanage kita. Nah Sahabat, yuuk kita susun rencana terbaik di Bulan Ramadhan. Jangan biarkan tiap detik Ramadhan berlalu begitu saja!
  5. Bulatkan Tekad Untuk Mengisi Aktivitas Ibadah di Bulan Ramadhan ; Keberhasilan seseorang dalam mencapai cita-citanya berbanding lurus dengan seberapa besar tekad yang ia miliki. makin kuat tekad seseorang maka makin besar pula peluangnya untuk sukses. Sebuah contoh kecil ketika pada suatu Ramadhan Ustadz Musyaffa diundang untuk memberikan taujih dan kultum tarawih di sebuah lokasi pertambangan lepas pantai. Kondisi pertambangan di laut lepas begitu terik di siang hari disana Ustadz menemukan banyak pekerja yang tidak berpuasa. Namun yang menarik banyak pula yang tetap menjalankan shoum sebagaimana biasanya. Menjawab rasa keingintahuannya ustadz Musyafa melakukan interview kepada beberapa orang pekerja. Subhanallah jawaban mereka ternyata yang membuat mereka tetap kuat menjalankan puasa walaupun bekerja di pengeboran/pertambangan lepas pantai yang terik adalah tekad yang kuat untuk tetap berpusa. “Semua bergantung tekadnya ustadz,” ujar mereka.
  6. Refresh Pengetahuanmu Tentang Fiqh Shiyam dan Ramadhan ; It’s mean bahwa kita sudah pernah membaca, mendengar atau mengetahuinya. So, segarkan kembali pengetahuan dan wawasanmu mengenai Fiqh Shiyam dan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Insya Allah hal ini bisa menjadi salah satu trigger agar kita lebih mencintai Ramadhan.
  7. Bertekad Untuk Meninggalkan Dosa ; Ali Bin Abi Thalib ra pernah bertanya kepada Rasulullah Saw “Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini (Ramadhan)?” Rasulullah menjawab ” Ya Abul Hasan amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”
  8. Kondisikan Hati dan Jiwa Baik Melalui Bacaan, Kaset, dan Media Lainnya ; Yup, gunakanlah sarana dan media-media yang mampu mengkondisikan hati dan jiwa agar condong kepada fithrah kebenaran dan kesucian jiwa manusia.
  9. Susun Rencana Kerja Dakwah Khusus Ramadhan ; Di saat gelora dan semangat manusia cenderung kepada kebaikan maka inilah kesempatan emas kita untuk berdakwah. Madh’u (objek dakwah) menjadi siap dan cenderung untuk senantiasa melakukan dan mendengar hal-hal yang baik di bulan Ramadhan. So, jangan lewatkan kesempatan berdakwah di bulan ini.
  10. Tekad Menjadikan Ramadhan Sebagai Titik Awal Lembaran Baru Hidup Kita ; Sering kali seseorang membutuhkan momentum berharga sebagai titik tolak yang mampu merubah arah hidupnya menjadi lebih baik. Adakalanya seseorang akan mencari-cari alasan menunggu momentum yang tepat untuk merubah arah hidupnya menjadi lebih baik. Misalnya saja sering kita dengar “Kalau sudah tua saya akan sembahyang.” Sekarang udah gak jamannya lagi untuk menunda-nunda seperti itu, jadikan Ramadhan sebagai titik tolak yang baik untuk merubah semua kebiasaan buruk kita dan menuju orientasi kehidupan yang lebih baik. Siapa yang tahu kalau Ramadhan tahun depan kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan lagi.

Blog di WordPress.com.