Kangpandoe’s Weblog

Agustus 4, 2008

Rindu Ramadhan

Filed under: Motivasi — kangpandoe @ 10:01 am

Sahabat, tahukah kita bahwa rumah-rumah produksi dan TV station dalam rangka mempersiapkan tayangan-tayangan Ramadhan bisa melakukan persiapan sampai 6 bulan lamanya sebelum Ramadhan tiba? Luar biasa memang, dengan bisnis sebagai motivasi besarnya mereka telah bekerja keras mengeluarkan semua inovasi, kreasi, tenaga dan fikiran sampai sumber daya finansial dalam jumlah besar dalam rangka mempersiapkan tayangan-tayangan Ramadhan yang mampu menyedot penonton dan ujung-ujungnya mampu menaikkan ratting sehingga pundi-pundi rupiahpun dapat mengalir.

Saya rasa sobat juga sudah mahfum bahwasanya Rasulullah Saw mempersiapkan kedatangan bulan Ramadhan 4 bulan lamanya sebelum Ramadhan tiba. Nah pertanyaannya sekarang adalah bagaimana dengan kita? Apa dan bagaimana persiapan kita untuk menyambut tamu agung yang hanya datang setahun sekali ini? Kalaulah PH dan station TV dengan motivasi bisnisnya telah melakukan persiapan sedemikian rupa, lantas bagaimana dengan kesunguhan persiapan kita sebagai umat Rasulullah Saw menyambut Ramadhan?

Mengapa Perlu Mempersiapkan Diri Menyambut Ramadhan?

Ibarat sang tamu agung yang kedatangannya akan membawa banyak hadiah luar biasa yang sangat kita butuhkan, sungguh tamu agung ini tidak akan begitu saja memberikan hadiahnya kepada kita. Hanya sang tuan rumah yang mampu menyambut sang tamu dengan sebaik-baiknya, memenuhi seruan-seruannya, dan memulyakannya dengan kemulyaan yang pantaslah yang akan mendapatkan banyak hadiah-hadiah besar tersebut. Jika sang tuan rumah acuh tak acuh, masa bodoh atau hanya ala kadarnya saja menyambut sang tamu maka sebuah keniscayaan pula sang tamu hanya akan berlalu saja meninggalkan sang tuan rumah tanpa banyak hadiah berarti yang bisa diberikan.

Demikian halnya dengan kita sungguh kitalah sang tuan rumah dan Ramadhan adalah sang tamu agung itu. Ia datang dengan membawa hadiah-hadiah nan istimewa. Rahmat Allah SWT, ampunan-Nya, jutaan kesempatan meraih pahala, kesempatan meraih pembebasan dari api neraka, dan tentu saja kesempatan meraih predikat taqwa di sisi Allah SWT. Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk memperbanyak doa di bulan Ramadhan dengan memohon kepada Allah diberikan surga dan dijauhkan dari api neraka karena dua hal itulah yang sangat kita butuhkan dan melalui Ramadhanlah sarana agar keduanya dapat diraih.

Persiapan Seorang Mu’min Menyambut Ramadhan

Sungguh seruan puasa di bulan Ramadhan ini hanya ditujukkan bagi orang-orang yang beriman, maka selayaknyalah setiap pribadi yang mengaku beriman bersiap-siap menyambut seruan ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Dalam kajian Tarhib Ramadhan di Masjid Baitul Maal Kampus STAN (03/08), Ust. Musyaffa A. Rahim, Lc menyampaikan sejumlah hal yang hendaknya dilakukan oleh seorang Mu’min untuk mempersiapkan kedatangan Ramadhan, berikut inti sari kajian beliau.

  1. Memperbanyak Doa ; Perbanyaklah meminta kepada Allah SWT agar dipertemukan oleh Allah dengan bulan Ramadhan tahun ini karena siapa yang tahu umur manusia bukankah apa yang akan kita alami nanti malampun tidak kita ketahui. Kemudian mintalah agar kita diberikan kesehatan dan kemampuan untuk dapat mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih. Terakhir jangan pula lupa untuk memohon perlindungan agar dijauhkan dari hal-hal yang dapat merusak Ramadhan kita kali ini.
  2. Memperbanyak Puji dan Syukur kepada Allah ; Kita bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan dan nikmat yang diberikan sehingga kita masih bisa menikmati setiap tarikan dan hembusan nafas di bulan Rajab dan Sya’ban mudah-mudahan dengan rasa syukur tadi Allah tambahkan nikmat-Nya sehingga kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan yang mulia.
  3. Bergembira ; Nampaknya tidak ada alasan untuk tidak bergembira menyambut kedatangan Ramadhan. Pintu-pintu surga dibuka seluas-luasnya dan pintu-pintu neraka dikunci rapat dan setan-setan dibelenggu. Amal ibadah dilipatgandakan nilainya, nafas kita bernilai tasbih dan tidur kita dinilai sebagai ibadah. Lantas apalagi yang menyebabkan kita tidak berbahagia?
  4. Susun Rencana Ramadhan ; Sifat dasar dari waktu adalah cepat berlalu dan tak bisa diulang oleh karenanya apabila kita tidak memanage waktu dengan baik maka waktulah yang akan memanage kita. Nah Sahabat, yuuk kita susun rencana terbaik di Bulan Ramadhan. Jangan biarkan tiap detik Ramadhan berlalu begitu saja!
  5. Bulatkan Tekad Untuk Mengisi Aktivitas Ibadah di Bulan Ramadhan ; Keberhasilan seseorang dalam mencapai cita-citanya berbanding lurus dengan seberapa besar tekad yang ia miliki. makin kuat tekad seseorang maka makin besar pula peluangnya untuk sukses. Sebuah contoh kecil ketika pada suatu Ramadhan Ustadz Musyaffa diundang untuk memberikan taujih dan kultum tarawih di sebuah lokasi pertambangan lepas pantai. Kondisi pertambangan di laut lepas begitu terik di siang hari disana Ustadz menemukan banyak pekerja yang tidak berpuasa. Namun yang menarik banyak pula yang tetap menjalankan shoum sebagaimana biasanya. Menjawab rasa keingintahuannya ustadz Musyafa melakukan interview kepada beberapa orang pekerja. Subhanallah jawaban mereka ternyata yang membuat mereka tetap kuat menjalankan puasa walaupun bekerja di pengeboran/pertambangan lepas pantai yang terik adalah tekad yang kuat untuk tetap berpusa. “Semua bergantung tekadnya ustadz,” ujar mereka.
  6. Refresh Pengetahuanmu Tentang Fiqh Shiyam dan Ramadhan ; It’s mean bahwa kita sudah pernah membaca, mendengar atau mengetahuinya. So, segarkan kembali pengetahuan dan wawasanmu mengenai Fiqh Shiyam dan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Insya Allah hal ini bisa menjadi salah satu trigger agar kita lebih mencintai Ramadhan.
  7. Bertekad Untuk Meninggalkan Dosa ; Ali Bin Abi Thalib ra pernah bertanya kepada Rasulullah Saw “Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini (Ramadhan)?” Rasulullah menjawab ” Ya Abul Hasan amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”
  8. Kondisikan Hati dan Jiwa Baik Melalui Bacaan, Kaset, dan Media Lainnya ; Yup, gunakanlah sarana dan media-media yang mampu mengkondisikan hati dan jiwa agar condong kepada fithrah kebenaran dan kesucian jiwa manusia.
  9. Susun Rencana Kerja Dakwah Khusus Ramadhan ; Di saat gelora dan semangat manusia cenderung kepada kebaikan maka inilah kesempatan emas kita untuk berdakwah. Madh’u (objek dakwah) menjadi siap dan cenderung untuk senantiasa melakukan dan mendengar hal-hal yang baik di bulan Ramadhan. So, jangan lewatkan kesempatan berdakwah di bulan ini.
  10. Tekad Menjadikan Ramadhan Sebagai Titik Awal Lembaran Baru Hidup Kita ; Sering kali seseorang membutuhkan momentum berharga sebagai titik tolak yang mampu merubah arah hidupnya menjadi lebih baik. Adakalanya seseorang akan mencari-cari alasan menunggu momentum yang tepat untuk merubah arah hidupnya menjadi lebih baik. Misalnya saja sering kita dengar “Kalau sudah tua saya akan sembahyang.” Sekarang udah gak jamannya lagi untuk menunda-nunda seperti itu, jadikan Ramadhan sebagai titik tolak yang baik untuk merubah semua kebiasaan buruk kita dan menuju orientasi kehidupan yang lebih baik. Siapa yang tahu kalau Ramadhan tahun depan kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan lagi.

6 Komentar »

  1. hoho. akhirnya dikau menulis lagi, saudaraku.

    (^_^)v

    semangat ngeblog!

    (^_^)v

    betul, itu. tapi menurutku yang paling penting dalam menyambut ramadhan adalah memperbanyak istighfar. dosa kita banyak, my man.

    “putihkan diri menyambut bulan yang suci.”

    gitu motonya….

    (^_^)v

    Komentar oleh Farijs van Java — Agustus 4, 2008 @ 10:47 am | Balas

  2. hehe… Jazakallah
    btw kapan kita talkshow lagi?????
    yang kemarin belum tuntas tuh talkshow-nya

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 5, 2008 @ 1:03 am | Balas

  3. ya kau atur sajalah. coba lain kali undang beberapa ustadz nara sumber yang lebih kompeten, gitu…. hwehe.

    (^_^)v

    Komentar oleh Farijs van Java — Agustus 5, 2008 @ 2:54 am | Balas

  4. Kangpandoe is back!
    Hemmm, aku harus menunggu pandu ketemu pak agung dan pak asmono dulu sebelum akhirnya bisa melihat tulisan baru di blog ini.
    Ini bukan spot news. Ini feature apa artikel, ya?

    Eh, maaf, rada out of topic, ya?
    Back to laptop, deh..😀

    Mari kita menyiapkan diri.
    Terima kasih ya, karena lewat tulisan ini, pandu sudah mengingatkan aku untuk segera menyiapkan diri.:-)

    Btw, masih bingung, ini feature apa artikel. Hehe.. OOT lagi, nih..

    Komentar oleh fairuzdarin — Agustus 6, 2008 @ 10:54 pm | Balas

  5. hmm… kayaknya ni artikel Ren, soale mengajak pembaca untuk merenung
    besok-besok nulis features ahhh…

    Komentar oleh fairuzdarin — Agustus 7, 2008 @ 1:14 am | Balas

  6. Lho, ndu? Kok ada aku njawab pertanyaanku sendiri? Itu bukannya pandu yang njawab, ya? Hehe..

    Komentar oleh fairuzdarin — Agustus 7, 2008 @ 3:26 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: