Kangpandoe’s Weblog

Agustus 25, 2008

Kangpandoe Ngerokok : Fakta Rokok di Indonesia

Filed under: Artikel — kangpandoe @ 10:03 am

( Tulisan Pertama dari Dua Tulisan )

Mulut asem…, gak bisa mikir…, dan lemes…, itulah kira-kira perasaan yang dialami seorang ‘ahli hisap’ bila sehari atau bahkan sejam saja belum menghisap dan mengepulkan asap rokok dari kerongkongannya. Alhamdulillah akang teh gak sampe jadi pecandu rokok yang parah kayak gitu….

He..he.. jadi inget waktu pertama kali nyobain ngerokok, waktu itu pas acara perpisahan kelas 3 SMP di Waduk Darma, Kuningan. Ada temen yang ngasih rokok, katanya lumayan efektif nih untuk menghangatkan badan ditengah cuaca dingin udara pegunungan.

Abis itu beberapa kali semasa kelas satu SMA temen sekamar dikosan (kakak kelas 3) sering ngasih beberapa batang rokok. Kemudian rokok-rokok tadi sebagian akang kasihkan ke orang yang memang bener-bener doyan rokok, tapi kadang-kadang kalau lagi stress tak hisap sendiri rokoknya… weleh…weleh.

Untungnya pas temen sekamar itu lulus, gak pernah lagi ada yang ngasih-ngasih rokok, dan alhamdulillah seumur hidup belom pernah beli rokok pake duit sendiri. He..he.. jaman SMA dulu, hidup dikosan jangankan buat beli rokok… bisa makan 3 kali sehari aja udah TOP ( Halah jangan suka mendramatisir kang, eh..beneran lho ).

Fatwa MUI : Haram Merokok

Fatwa haram merokok awalnya digagas oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Seto Mulyadi. Kak Seto mengusulkan agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram merokok (khususnya bagi anak dibawah umur) guna menyelamatkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dari bahaya racun rokok.

Akan dikeluarkannya fatwa ini kemudian mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak dan seperti biasa banyak juga yang menentang. Sementara pihak yang menentang, sebenarnya juga mengakui bahwa merokok pada dasarnya memang merugikan terutama kesehatan badan. Namun di sisi lain, mereka juga mengakui tidak sedikit sumbangan dari para pengusaha rokok. Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, sponsorship program lingkungan hidup, pemerdayaan masyarakat, pembinaan atlet olahraga, dan lainnya.

Dalam bungkus rokok sudah jelas-jelas tertulis merokok dapat mengakibatkan serangan jantung, kanker, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin sebagai bentuk pringatan kepada para penikmat dan pecandu rokok. Namun sepertinya peringatan tersebut hanya menjadi tulisan tanpa makna. Sebab, semakin hari semakin bertambah jumlah pecandu rokok di negeri ini. Tidak hanya pria dewasa yang sudah bekerja, namun anak-anak sekolah juga sudah mulai kecanduan dengan barang yang mengandung zat nikotin ini.

Di tulisan ini, saya mencoba menyajikan fakta dan solusi apa yang bisa kita pertimbangkan bersama untuk memperbaiki keadaan ini. Tentunya dari sudut pandang ekonomi dan keuangan donk sebagai field major akang, klo dari sudut fiqihnya insya Allah sudah banyak ulama-ulama kita yang berkompeten. Begitu juga dari sudut kesehatan, insya Allah sudah banyak ahlinya pula. Mudah-mudahan bermanfaat.. Amin.

Fakta Rokok di Indonesia

1. Sebanyak 57 juta penduduk Indonesia Merokok

Persentase penduduk yang merokok pada tahun 2004 adalah 34%, meningkat 7% dari tahun 1995 yang hanya sebesar 27%. penduduk laki-laki perokok sebanyak 63%, sedangkan wanita yang perokok 4,5%. Dengan mayoritas perokok mengkonsumsi rokok kretek (88%)

2. Lebih dari 97 juta penduduk Indonesia yang tidak merokok terpapar asap rokok secara terus-menerus

3. Hampir 80 persen perokok mulai merokok sebelum umur 19 tahun

Akibat informasi yang tidak sempurna yang dimiliki oleh konsumen tentang risiko kesehatan dan efek adiktif menyebabkan terjadinya kegagalan pasar pada konsumsi tembakau. Tepatnya 78% dari perokok Indonesia mulai merokok sebelum usia 19 tahun.
Nikotin bersifat sangat adiktif, faktanya perokok dibawah usia 15 tahun, dimana 8 dari 10 diantaranya gagal dalam usahanya untuk berhenti merokok. Tidak seperti barang konsumsi adiktif lainnya yang illegal, konsumen rokok secara terus menerus dihadapkan pada gencarnya iklan yang mempromosikan rokok sebagai suatu yang umum diterima di lingkungan sosial.

4. Separuh dari 57 juta perokok akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok

Nah lho ini fakta-fakta yang lebih mengerikan : setiap tahun 200.000 orang meninggal akibat merokok di Indonesia. 50% perokok aktif akan meninggal akibat merokok di Indonesia.
Parahnya lagi nih, ente catet semua… biaya kesehatan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan merokok mencapai Rp2,9 triliun sampai dengan 11 triliun per tahunnya atau setara dengan 0,12% sampai 0,29% dari Produk Domestik Bruto.

5. Pada tahun 2005, rumah tangga dengan perokok menghabiskan 11,5% pengeluaran rumahtangganya untuk konsumsi tembakau

Sementara itu, hanya 11% digunakan untuk membeli ikan, daging, telur dan susu secara keseluruhan. 2,3% untuk kesehatan dan 3,2% untuk pendidikan. ( Nah, lho… untuk calon ibu-ibu pertimbangkan lagi lho klo calon suaminya sekarang perokok… hikz..hikz..)

Bersambung…

Sumber Utama Referensi :

1. Ekonomi Tembakau di Indonesia, Barber, Sarah, dkk. Lembaga Demografi FEUI. 2008
2. Kosen S. Bab 2 The Health Burden of Tobacco use. Dalam Tobacco Source book, Depkes RI.2004
3. P. Jha, FJ. Chaloupka, J. Moore, V. Gajalakshmi, PC Gupta, R. Peck et al. Tobacco addiction. Disease Control Priorities in Developing Countries. Oxford University Press. 2006
4. WHO, National Health Accounts. Indonesia. 2006
5. PDB berdasarkan anggaran (APBN) tahun 2007. Dalam Statistik Anggaran 2007-2008. Departemen Keuangan.

9 Komentar »

  1. aku pernah sekali menghisap rokok. sekitaran umur 8, dgn rasa ingin tahu yg besar, kuhisap rokok abiy yg ditinggalkannya di atas asbak. rasanya? tak ada enak2nya sama sekali. malah batuk2 aku jadinya. waktu itu jd terheran2 dgn para org dewasa yg merokok. kek gitu kok dblg enak…

    yg jelas, org yg merokok itu pengecut! bunuh diri kok ngajak2??

    (^_^)v

    terusin, pan. jd bingung aku, arah pembicaraanmu kmn.

    Komentar oleh Farijs van Java — Agustus 25, 2008 @ 12:10 pm | Balas

  2. Waduh… 11,5% anggaran RT untuk konsumsi tembakau? Ah, ga mau punya suami perokok ah… (walah, ra’ nyambung)

    Ngeri juga ternyata. Kemaren (sejujurnya) aku sempat berada di pihak kontra, dengan pikiran kalo perusahaan rokok gulung tikar, para pegawainya mo cari makan dimana? (aku anak kediri-malang, di Kediri ada Gudang Garam, di Malang ada Bentoel, Pena Mas, dll) Kan kasihan mereka. Tapi, setelah melihat fakta di atas, jadi bimbang.

    Ah, terusin deh Kang… ditunggu lanjutannya. Kesimpulannya kalo tulisannya dah kelar semua ah, baru aku ambil sikap. Mwehehe… ^^

    Komentar oleh fauziah85 — Agustus 26, 2008 @ 1:40 am | Balas

  3. aslm
    sama, kita pernah punya pengalaman sama dengan rokok
    tapi kalo aku, karena pengen keliatan keren gitu
    dulu, pas kelas 2 SMA
    alhamdulillah memutuskan untuk berhenti

    Komentar oleh donnyyordan — Agustus 26, 2008 @ 6:37 am | Balas

  4. Wah, gimana, nih? Aku tuh ga bisa kalo sehari aja ga ngerokok. Lebih mending uangku yang buat makan siang, aku beliin sebungkus rokok aja. Aku emang udah susah lepas dari rokok. Rokok adalah hidupku, darahku, jantungku. I love rokok…

    Ndu, kenapa mukamu kaget gitu? Pandu percaya kalo aku beneran ngerokok? Ndu, aku cuma bo’ong, Ndu.
    Ndu, jangan diem aja. Please, percaya ma aku, aku cuma bo’ong…

    Komentar oleh fairuzdarin — Agustus 26, 2008 @ 11:52 am | Balas

  5. Sory Den Farijs… blom smpet bikin link kemaren seharian lembur sampe jam 9 malem

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 27, 2008 @ 6:52 am | Balas

  6. Oke mba Fauziah tulisan ini pasti diterusin…. he…he… tunggu aja ya….

    iya perusahaan rokok memang donatur dan sponsor utama berbagai kegiatan ingkungan hidup, pemerdayaan masyarakat, pembinaan atlet olahraga, dan beasiswa …

    artinya corporate social responsibility mereka keknya memang lebih kelihatan dari perusahaan lainnya…. Tanya Kenapa ???

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 27, 2008 @ 6:54 am | Balas

  7. Wah… akh ngaku juga pernah ngerokok…..🙂

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 27, 2008 @ 6:55 am | Balas

  8. Iya Ren kamu emang nggak ngerokok… tapi btw kamu minumnya dimana sieh ??

    Kok maboknya disini ???

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 27, 2008 @ 6:56 am | Balas

  9. kang pandu ngerokok…

    Komentar oleh mip2 — September 15, 2008 @ 4:22 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: