Kangpandoe’s Weblog

Januari 16, 2009

Ta’aruf Dengan Sukuk Negara dan Sukuk Negara Ritel

Filed under: Finance — kangpandoe @ 3:22 am

Tak kenal maka ta’aruf supaya kenal… he he, kali ini saya mengajak pembaca untuk berta’aruf dengan Sukuk Negara Ritel yang akan dilaunching pertengahan bulan Februari depan, selamat berta’aruf:

Definisi Sukuk, Sukuk Negara dan Sukuk Negara Ritel

    Istilah sukuk berasal dari bentuk jamak dalam bahasa Arab yakni ‘sak’ atau sertifikat. Secara singkat AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic and Financial Institutions) mendefinisikan sukuk sebagai sertifikat bernilai sama yang merupakan bukti kepemilikan yang tidak dibagikan atas suatu asset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu.

    Menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.

    Sedangkan Sukuk Negara ritel adalah Surat Berharga Negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang diperuntukkan bagi investor individu warga negara Indonesia. Sukuk Negara Ritel diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat (scripless), namun kepada para investor akan diberikan Surat Bukti Kepemilikan.

    Sebelumnya, SBSN seri IFR-001 (ijarah fixed rate) dan IFR-002 diperuntukkan bagi investor institusi dengan nilai pembelian minimal Rp 1 miliar. Sedangkan Sukuk Negara Ritel diperuntukkan bagi investor individu dengan nilai minimal pembelian Rp 5 juta dan kelipatannya.

    Bentuk Transaksi

      Bentuk transaksi yang digunakan dalam penerbitan Sukuk Negara Ritel adalah Ijarah Sale and Lease Back. Transaksi ini diawali dengan penjualan (sale) hak manfaat atas Barang Milik Negara kepada investor yang melalui Perusahaan Penerbit SBSN (SPV), kemudian investor melalui SPV menyewakan kembali (lease back) kepada pemerintah. Sewa yang dibayarkan oleh pemerintah merupakan imbal hasil yang diterima oleh investor.

      Syariah Compliance Endorsement (Jaminan Pemenuhan Prinsip Syariah)

        Sesuai dengan konsep keuangan Islam, sukuk harus selaras dan memenuhi prinsip syariah, yaitu antara lain transaksi yang dilakukan oleh para pihak harus bersifat adil, halal, thayyib, dan mashlahat. Selain itu, terbebas dari unsur larangan berikut:

        (1) Riba, yaitu unsur bunga atau return yang diperoleh dari penggunaan uang untuk mendapatkan uang (money for money)

        (2) Maysir, yaitu unsur spekulasi, judi, dan sikap untung-untungan

        (3) Gharar, yaitu unsur ketidakpastian yang antara lain terkait dengan penyerahan, kualitas, kuantitas, dan sebagainya.

        Penerbitan sukuk terlebih dahulu harus mendapatkan pernyataan kesesuaian prinsip syariah (syariah compliance endorsement) untuk meyakinkan investor bahwa sukuk telah distruktur sesuai syariah. Pernyataan syariah compliance tersebut bisa diperoleh dari individu yang diakui secara luas pengetahuannya di bidang syariah atau institusi yang khusus membidangi masalah syariah.

        Untuk penerbitan sukuk di dalam negeri, syariah compliance endorsement diberikan oleh Dewan Syariah Nasional – MUI. Setidaknya ada 4 fatwa Dewan Syariah Nasional terkait dengan penerbitan Sukuk Negara, yaitu:

        (1) Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara

        (2) Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara

        (3) Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale and Lease Back

        (4) Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back

        Adapun untuk penerbitan sukuk internasional, diperlukan endorsement dari ahli/lembaga syariah yang diakui komunitas syariah internasional, misalnya IIFM (International Islamic Financial Market).

        Keuntungan Berinvestasi pada Sukuk Negara Ritel

          v Memberikan penghasilan berupa Imbalan atau nisbah bagi hasil yang kompetitif, investor memperoleh imbalan yang lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN.

          v Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal sampai dengan sukuk jatuh tempo dijamin oleh Pemerintah. Imbalan bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan sampai dengan jatuh tempo.

          v Dapat diperjual-belikan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar, sehingga investor berpotensi mendapatkan capital gain di pasar sekunder.

          v Investasi yang aman, karena pembayaran imbalan dan nilai nominalnya dijamin oleh Undang-Undang.

          v Investasi yang menentramkan, karena tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah seperti riba (usury), gharar (uncertainty), dan maysir (gambling).

          v Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan.

          Karakteristik Sukuk Ritel

            v Akad : Ijarah Sale and Lease Back

            v Obligor/Penerbit : Pemerintah Republik Indonesia, melalui perusahaan penerbit SBSN Indonesia

            v Tenor : 3 tahun

            v Nominal per-unit : Rp1.000.000,00

            v Harga per-unit : At par (100%)

            v Satuan Pembelian : Minimum Rp5.000.000,00 dan kelipatannya; tidak ada batas maksimum pembelian

            v Nominal Pelunasan : At par (100%); Bullet payment

            v Masa Penawaran : 6 s.d. 20 Februari 2009

            v Tanggal Penjatahan : 23 Februari 2009

            v Tanggal Setelmen : 25 Februari 2009

            v Tanggal Pencatatan di Bursa : 26 Februari 2009

            v Tanggal Jatuh Tempo : 25 Februari 2012

            v Tingkat Imbalan : Fixed Coupon (akan ditentukan kemudian)

            v Pembayaran Imbalan : Periodik, tanggal 25 setiap bulan

            v Perdagangan : Dapat diperdagangkan pada bursa dimana Sukuk Ritel ini didaftarkan

            v Underlying Assets : Barang Milik Negara berupa tanah dan/atau bangunan yang saat ini sedang digunakan oleh Departemen Keuangan

            Perlakuan Pajak atas Sukuk Negara Ritel

              Terkait perlakuan pajak terhadap Sukuk Negara Ritel sudah diperhitungkan oleh pemerintah dan besarnya pajak yaitu Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 20% atas capital gain. Pajak untuk Sukuk Negara Ritel sama dengan pajak yang dikenakan atas Surat Utang Negara (SUN).

              Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi Sukuk Negara Ritel

                (1) Harga Par

                Investor A membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana sebesar Rp 10.000.000,00 dengan nilai indikatif imbalan 12% dan tidak dijual sampai jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

                v Imbalan = 12% x Rp 10.000.000,00 x 1/12

                = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan jatuh tempo

                v Nilai Nominal pada saat jatuh tempo

                = Rp 10.000.000,00

                v Total yang diperoleh pada saat jatuh tempo

                = Imbalan + Nilai Nominal

                = Rp 10.100.000,00

                (2) Harga Premium

                Investor B membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana sebesar Rp 10.000.000,00 dengan kupon 12% dan dijual di pasar sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah:

                v Imbalan = 12% x Rp 10.000.000,00 x 1/12

                = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan saat dijual

                v Capital Gain

                = Rp 10.000.000,00 x (105-100)%

                = Rp 500.000,00

                v Nilai Nominal yang diterima saat dijual Rp 10.500.000,00 yang berasal dari Nilai Nominal sebesar Rp 10.000.000,00 + Capital Gain

                v Total yang diperoleh pada saat dijual

                = Imbalan + Nilai Nominal pada saat dijual

                = Rp 10.600.000,00

                (3) Harga Discount

                Investor C membeli Sukuk Negara Ritel di pasar perdana sebesar Rp 10.000.000,00 dengan kupon 12% dan dijual di pasar sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah:

                v Imbalan = 12% x Rp 10.000.000,00 x 1/12

                = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan saat dijual

                v Capital Loss

                = Rp 10.000.000,00 x (95-100)%

                = – Rp 500.000,00

                v Nilai Nominal yang diterima saat dijual Rp 9.500.000,00 yang berasal dari Nilai Nominal sebesar Rp 10.000.000,00 + Capital Loss

                v Total yang diperoleh pada saat dijual

                = Imbalan + Nilai Nominal pada saat dijual

                = Rp 9.600.000,00

                Catatan:

                Ilustrasi diatas belum memperhitungkan biaya-biaya transaksi dan pajak

                Transaksi penjualan di pasar sekunder dengan asumís penjualan terjadi pada saat pembayaran imbalan, sehingga tidak memperhitungkan accrued yang ada.

                Cara membeli Sukuk Negara Ritel

                  (1). Investasi di Pasar Perdana

                  a. membuka rekening tabungan di salah satu bank umum (bank umum syariah/ bank umum konvensional) dan rekening surat berharga di salah satu sub-registry.

                  b. mengisi formulir pemesanan dari Agen Penjual yang ditunjuk oleh pemerintah dengan melampirkan fotokopi KTP/SIM.

                  c. menyetor dana tunai ke rekening khusus Agen Penjual dan menyampaikan bukti setor dana kepada Agen Penjual sesuai dengan jumlah pemesanan.

                  d. memperoleh hasil penjatahan pemerintah dari Agen Penjual sesuai dengan ketentuan yang berlaku

                  e. menerima bukti kepemilikan Sukuk Negara Ritel dari Agen Penjual

                  f. menerima pengembalian sisa dana dalam hal jumlah pemesanan tidak seluruhnya dimenangkan.

                  (2). Investasi di Pasar Sekunder

                  a. pembelian Sukuk Negara Ritel yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui perusahaan efek.

                  b. pembelian Sukuk Negara Ritel yang dilakukan dengan mekanisme non-bursa (over the counter) dapat melalui Perusahaan Efek, Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional.

                  Mekanisme Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal

                    Pemerintah melalui Bank Indonesia mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk Negara Ritel ke sub-registry. Selanjutnya sub-registry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor pada tanggal jatuh tempo pembayaran imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk Negara Ritel.

                    Pihak yang tercatat sebagai pemegang Sukuk Negara Ritel pada sub-registry dalam 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal pembayaran imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk Negara Ritel berhak atas imbalan dan/atau nilai nominal Sukuk Negara Ritel.

                    Kontak Agen Penjual

                      Agen Penjual yang ditunjuk Pemerintah untuk penjualan Sukuk Negara Ritel tahun 2009 adalah :

                      1. PT Bank Syariah Mandiri;

                      2. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk;

                      3. Citibank NA;

                      4. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited;

                      5. PT Bank Internasional Indonesia, Tbk;

                      6. PT Danareksa Sekuritas;

                      7. PT Trimegah Securities, Tbk;

                      8. PT CIMB-GK Securities Indonesia;

                      9. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas;

                      10. PT Reliance Securities, Tbk;

                      11. PT Anugerah Securindo Indah;

                      12. PT Bahana Securities; dan

                      13. PT BNI Securities

                      4 Komentar »

                      1. Thx 4 dis bro..

                        Komentar oleh prambors — Maret 11, 2009 @ 10:02 am | Balas

                      2. Berarti pada saat jatuh tempo, uang kita yg di gunakan untuk membeli SR akan dikembalikan ya kang?
                        Salam kenal. Ijin copas.

                        Komentar oleh dasir — Januari 23, 2010 @ 3:02 am | Balas

                      3. Thanks infonya.

                        Komentar oleh Hery Cristianto — Januari 25, 2010 @ 10:18 am | Balas

                      4. Syukron, artikelnya sangat membantu…………….Tapi kalau tidak salah, bank Muamalat juga salah satu agen Sukuk ini deh Pak…..(mudah-mudahan tidak salah)

                        Komentar oleh yanto — Februari 9, 2010 @ 10:48 pm | Balas


                      RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

                      Tinggalkan Balasan

                      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

                      Logo WordPress.com

                      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

                      Gambar Twitter

                      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

                      Foto Facebook

                      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

                      Foto Google+

                      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

                      Connecting to %s

                      Blog di WordPress.com.

                      %d blogger menyukai ini: