Kangpandoe’s Weblog

Agustus 6, 2009

Darmin Nasution, Seklumit Catatan Singkat

Filed under: Features — kangpandoe @ 3:18 am

Siapa tak kenal Darmin Nasution, sosoknya yang bersahaja dan humor cerdas yang kerap meluncur dari Pak Darmin sapaan akrabnya, membuat siapa pun yang pernah bertemu memiliki kesan tersendiri terhadapnya. Sepak terjangnya di Departemen Keuangan telah menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah Depkeu dengan berbagai prestasi. Tak heran setelah fit and proper test pada 11 Mei lalu, komisi XI DPR pun memilihnya secara aklamasi untuk menggantikan Miranda S. Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Sama Pak Darmin di Makassar 2008

Lahir di Tapanuli, 21 Desember 1949, Darmin Menyelesaikan sarjananya di Fakultas Ekonomi UI (1976) dan mendapatkan gelar doktor dari Universitas Paris I Sorbon, Perancis (1986). Tahun 1998-2000, ia diangkat sebagai Asmenko I Wasbangpan, sekaligus Ketua Komite Kebijakan dan Rekapitalisasi Perbankan serta penyelesaian BLBI.

Kinerjanya membuat Darmin diangkat menjadi Direktur Jendral Lembaga Keuangan (2000-2005). Ia pun pernah bekerja sama dengan Boediono, dengan menjadi konseptor berdirinya lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan bertugas mengawasi lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan. Pada 29 Maret 2005, Menteri Keuangan Jusuf Anwar mempercayainya sebagai Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), menggantikan Herwidayatmo.

Perjalanan karirnya tak berhenti di sana. Pada 20 April 2006, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 45/M tahun 2006, ia dilantik menggantikan Hadi Poernomo sebagai Direktur Jenderal Pajak (DJP). Memimpin institusi besar seperti DJP, sekali lagi sentuhan tangan dingin Darmin bekerja. Berbagai langkah strategis pun digelontorkan. Modernisasi administrasi perpajakan dan reformasi kebijakan yang menghasilkan regulasi baru, yaitu Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, tentang Ketentuan Umum dan Tata-Cara Perpajakan.

Ayah dua anak ini juga menerapkan insentif pajak, yang mencakup Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Fasilitas Perpajakan (PPh, PPN, dan PBB), serta intensifikasi perpajakan yang lebih sistematis dan terstandar lewat OPDP (Optimalisasi Pemanfaatan Data Perpajakan), aktivasi wajib pajak nonfiller, mapping, dan pembuatan profil serta penegakan hukum.

Tak kalah suksesnya, gebrakan pemberian fasilitas sunset policy pun dimanfaatkan jutaan Wajib Pajak (WP). Sunset policy pada dasarnya merupakan  fasilitas yang memberi kesempatan pada WP untuk merestrukturisasi pajak dan membuka peluang masyarakat untuk memiliki NPWP sebagai WP baru.

Bahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) telah ikut mencatat prestasi DJP dalam kategori ”Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Baru Terbanyak di Seluruh Indonesia” yaitu 3.545.076 NPWP pada tahun 2008. Dan ”Pendaftaran NPWP Terbanyak pada Satu Hari di Seluruh Indonesia” yaitu 163.255 NPWP pada Hari Rabu Tanggal 31 Desember 2009.

Tak hanya segudang prestasi Darmin yang membuatnya dicintai oleh rekan-rekannya di Depkeu. Pribadinya yang menyenangkan dan bersahabat membuat Menteri Keuangan dan rekan-rekannya sesama eselon I merasa perlu untuk membuat moment khusus guna melepas kepergiannya. Alhasil di forum Rapat Pimpinan Darmin didaulat untuk mengungkapkan isi hatinya.

Akademisi yang Hijrah ke Pemerintahan

Sebelum berkarir di pemerintahan, Darmin lebih dikenal lewat karyanya di dunia pendidikan. Pada tahun 1987-1989 Darmin menjabat Wakil Kepala Bidang Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE UI. Selanjutnya tahun 1989-1993 menjadi Kepala di lembaga yang sama. Dunia akademisi sebagai peneliti dan pengajar digelutinya selama kurang lebih 22 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut, dirinya mengaku mulai menemui kejenuhan. Darmin pun kerap mempertanyakan mana yang lebih penting antara  pemikiran dan perbuatan.

”Saya mulai mempertanyakan, lebih penting mana sih sebenarnya pemikiran atau perbuatan? Artinya, saya mulai makin merasa lucu, ngomong terus di depan kelas bersama riset saya. Saya makin merasa apa ini sebenarnya?” ujarnya.

Dalam kejenuhannya, akhirnya Darmin memutuskan untuk masuk ke dalam Pemerintahan. Saat itulah secara pribadi Darmin mengaku menemukan semangat baru untuk berbuat lebih banyak untuk mengimplementasikan pemikirannya. ”Saya cukup bersemangat rasanya ada hal baru, ini bukan sekedar omong. Tapi memang ada hal-hal yang dipikirkan dulu tidak bisa diperbuat,” jelas Darmin.

Belajar Mempercayai Orang

Darmin menuturkan, ketika dirinya ditawarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memimpin DJP, motivasinya sedang dalam kondisi menurun. ”Sehingga pada waktu saya terima itu, saya mau bikin apa sih di pajak nanti,” terangnya.

Namun demikian, setelah berbincang dengan sejumlah eselon II di Pajak, Darmin mengatakan dirinya cukup surprise melihat adanya keinginan mereka untuk merubah praktik-praktik yang tidak baik di institusinya. Dimulai dari kejujuran jajarannya itulah kemudian Darmin mulai menemukan kembali motivasi untuk melakukan perubahan besar-besaran di DJP. ”Mereka mau merubahnya, itu menurut saya ‘nah ini’ ada sesuatu yang bisa dilakukan ini. Itulah yang akhirnya melahirkan beberapa trial and error,” tuturnya.

Jadilah di awal masa baktinya, berbagai langkah modernisasi perpajakan yang telah dirancang kemudian diakselerasi pengerjaannya atas arahan Menkeu, Sri Mulyani Indrawati. Darmin kemudian memanggil satu per satu konglomerat besar untuk bicara dan bersama-sama menghitung kewajiban pajak mereka. Walaupun ada satu konglomerat yang mangkir pada saat itu, Darmin mengakui pengalaman tersebut membuatnya belajar tentang psikologi manusia.

”Nah terus terang itu kemudian membuat saya merasa belajar mengenai manusia. Itulah periode dimana saya merasa ternyata manusia itu bisa dipercaya. Masa kecil saya dididik kalau saya salah itu pasti ada hukumannya. Tapi waktu saya menghadapi konglomerat-konglomerat ini, terus terang saya melihat mereka di dalam beberapa hal dia sadar kalau dia salah. Tetapi karena kesalahannya sudah begitu banyak, dia gak bisa bayar lagi. Ini juga merupakan dilema yang lain.”

Republik ini Bisa Berubah

Menurut Darmin apa yang dilakukan di Dirjen Pajak rasanya paling tidak bisa membuktikan keyakinan dirinya. Sebuah pembuktian bahwa Indonesia masih bisa dibenahi dengan upaya yang sungguh-sungguh. ”Republik kita ini juga sebetulnya bisa dibereskan asal dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan konsisten,” tegas Darmin.

Hal yang pertama yang harus dibangun menurut Darmin adalah trust dari aparatnya. ”Aparat itu harus percaya kepada atasannya, kalau bawahan semua percaya atasannya tidak main curang termasuk di dalam promosi dan mutasi maka kita sudah punya modal yang sangat besar,” ujarnya.

Dengan kepercayaan yang dibangun tersebut, Darmin mampu mengajak aparatnya untuk bekerja lebih dari kewajibannya. ”Saya menyaksikkan teman-teman saya di Direktorat Jenderal Pajak bekerja jauh lebih keras dari kewajiban yang ada pada mereka,” jelasnya.

Ada Pertemuan Pasti Ada Perpisahan

Ada Pertemuan Pasti Ada Perpisahan. Nampaknya peribahasa ini tepat bila disandarkan pada sosok Darmin Nasution. Setidaknya hal ini pulalah yang dikatakannya dihadapan Menteri Keuangan dan rekannya sesama eselon I. ”Tidak ada perjumpaan yang takkan berakhir, dan saya menganggap kehadiran saya di dalam Departemen Keuangan juga adalah suatu perjumpaan dengan rekan-rekan sekalian,” ujarnya.

”Secara umum di Departemen Keuangan ini yang paling menarik adalah disini tidak ada rivalitas diantara sesama Eselon I, itu menyenangkan. Terutama sejak empat-lima tahun terakhir ini, saya merasa nyaman di Departemen Keuangan. Saya kira, kalau ditanyakan periode mana yang paling berharga, yang paling banyak membentuk kepribadian saya, dalam hidup saya, itu adalah periode saya di Departemen Keuangan,” ungkap Darmin menuturkan isi hatinya.

Terlepas dari anggapan yang menuding kepindahannya ke BI adalah strategi Pemerintah untuk memuluskan pembentukan OJK. Berbagai kalangan pun berharap tangan dinginnya sekali lagi mampu membuat perubahan yang signifikan bagi lembaga moneter dalam menghadapi krisis finansial global.

Selamat berkarya di tempat baru Pak Darmin !

2 Komentar »

  1. Kami ingin bertemu dengan Pak Darmin Nasution, untuk membantu misi utama pak Darmin yaitu Memantapkan Transformasi Bank Indonesia, Pengendalian inflasi dan Akses Pembiayaan untuk masyarakat pendapatan rendah. Thank GBU.

    Komentar oleh Prasmanto H.A Eljakim (Dimas Pras) — September 29, 2009 @ 9:07 am | Balas

  2. wah fotonya eksklusif.
    Artikel yang informatif sekali..

    Komentar oleh dinoyudha — Agustus 7, 2010 @ 11:43 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: