Kangpandoe’s Weblog

Agustus 19, 2010

Sebait Do’a Malam Seribu Bulan

Filed under: Features — kangpandoe @ 11:53 am

Kanda…
Segala puji bagi Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Dengan kasih-sayang-Nya dijaga kanda dari segala sesuatu, hingga tak kurang suatu apa
Adik pun gembira mendengarnya,

Pesan yang kanda sampaikan bak sebuah pengobat rindu…
Rindu pada nasihat kesabaran & ketaqwaan,
rindu pada semangat meraih sarjana taqwa yang terus kanda semaikan,
bahkan adakalanya rindu pada kerasnya teguran yang perlambang sayang itu…

Kanda…
Sungguh malam pun merunduk takzim dalam dzikir panjangnya…
sementara bulan sabit menggelayut manja di atap langit,
sesekali bintang-bintang mengerlingkan pandangannya,
dan desah semilir angin membisikkan lantunan puji-pujian semesta alam…

Awan mendung pun seolah sedar diri atas ke-elokan rupa semesta,
sore tadi ia meluruh, menggemuruh pergi bersama angin ke sesudut samudera,
menghela kehampaan di seantero angkasa,
menampar-nampar gembira ke pelosok dunia,
rupanya tak ingin pula ia menjadi pengganggu syahdunya malam ini…

dalam kecemerlangan malam, adik dendangkan bait-bait puisi cinta Rabb semesta alam,
dalam kesunyian, semesta pun menemani bertasbih,
dalam kesahajaan, menyimpuh diri ini mewiridkan do’a perlambang harapan,
dalam ruang-ruang di antara pelosok langit dan bumi seolah terdengar senandung salam para malaikat.

Kanda…
Sisihkan-lah selimut mimpi-mimpi duniawi itu barang sejenak
Basuhlah diri dalam segar – sejuknya air wudhu,
kenakanlah pakaian taqwa yang ia-nya sebaik-baik pakaian
bawalah pula harum kesturi berlumur di tubuhmu, sebarkan ke sesudut bumi dan hamparan jiwa.

Bersegeralah pada ampunan Tuhan dan surga yang membentang seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orang-orang yang beriman dan beramal shalih
yang apabila mereka melakukan dosa karena kejahilannya
sungguh mereka bersegera memohonkan ampunan Rabb-nya
dan tak kan pula diulanginya perbuatan dosa itu

kanda…
malam ini adik coba tuk memanjat langit membawa namamu,
menyenandungkan doa-doa penuh cinta dan harap
agar ia tersiar dalam hembusan angin,
berdiri di atas pucuk-pucuk dahan tertinggi,
dalam tengadah yang menjulang ke langit, ke arasy yang agung, ke maqom tak terhingga.
agar dapat ku bawa barang sedikit wewangian surga
agar dapat kau hirup di tengah belukarnya dunia fana

kanda…
tak lupa pula malam ini adik ikhtiarkan amalan-nya kekasih hati baginda Rasul,
Ummul Mu’minin nan cantik jelita akhlak dan parasnya
yang kemerah-merahan pipinya,
dalam sebuah untaian do’a indah nan bersahaja namun penuh barokah yang diajarkan baginda
“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka pada kemaafan, maka maafkanlah kesalahan-ku”

‘Aisyah r.a. bertanya kepada Rasulullah SAW :” Wahai Rasulullah jika aku mendapati (mengetahui) Lailatul Qadr, apakah yang akan aku baca ?”, Rasulullah SAW bersabda : ” Bacalah Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memaafkan maka maafkanlah (kesalahan)ku) ” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasai dan Al Hakim).

Kanda…
Bersamaan dengan cerah-padamnya langit
dan kembalinya sang surya ke peraduannya senja sore tadi
Silih bergantinya hari-hari berkah Ramadhan telah mendekati penghujungnya
ujian-ujian akhir menuju yudisium taqwa pun telah digelar

sungguh hanya yang tetap istiqomah dengan tarbiyah-nya di universitas Ramadhan ini…
mereka-lah yang akan menuai kebahagian
karena sungguh-sungguh Allah sendiri-lah yang akan mewisuda para Sarjana Taqwa
sebagaimana janji-Nya melalui lisan mulia kekasih-Nya

“Tiap-tiap amal bani Adam baginya, kecuali puasa
Puasa itu untuk Ku dan Aku yang akan memberinya pahala”
(HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah)

Maka dalam harapan, rindu-redamnya jiwa
Adik pun sama berharap
Dapat dipertemukan dengan kanda dalam yudisium Sarjana Taqwa di dunia
Dan dihimpunkan-Nya bersama-sama jama’ah Sarjana Taqwa lainnya di Syurga-Nya kelak

Amin

Lapangan Banteng, 9 Ramadhan 1431 H

19 Komentar »

  1. Amin..
    semoga kita meraih gelar terhormat itu.
    S, Tq. Sarjana Taqwa
    Amin, Ya Allah..
    artikel kedua dari dwilogi yang tak berkesudahan
    ciamik uraian katanya..
    dan tak lupa menyisip dalil.
    yang menancap mengokohkan makna..
    nice, akhy..

    keep “taktubu maqoolatul jamiylah”

    Komentar oleh abujundi — Agustus 20, 2010 @ 2:12 am | Balas

  2. kok jadi merinding ya bacanya

    romantis bener sih
    jadi iri

    Komentar oleh yordan — Agustus 20, 2010 @ 2:14 am | Balas

  3. @ Jundi : Syukron jaziilan
    @ Yordan : Waduh…waduh… gak kebalik nih pak? yg harusnya iri saya dunk, he7x

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 20, 2010 @ 2:16 am | Balas

  4. pandu..ni kata-katanya udah tingkat tinggi..sastra abis..aku tak mampu mencernanya..ga nyampe ni..hehe tapi sungguh indah..beneran de..

    Komentar oleh Sita — Agustus 20, 2010 @ 4:27 am | Balas

  5. Subhanallah..
    Romantis sekali..
    ^_^

    Komentar oleh nung — Agustus 20, 2010 @ 5:49 am | Balas

  6. @ Sita : maka tak perlu dicerna Sita, dinikmati saja sebagai sebuah karya sastra… he7x😀
    @ Nung : Alhamdulillah… makasie rekam-jejak komennya Nung,🙂

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 20, 2010 @ 6:52 am | Balas

  7. subhaanalloh… keren kang..
    kalo dakwah dibuat kek gini… orang ngga akan ngerasa kalo lagi didakwahi… ngga akan ngerasa kalo “diceramahin”
    tapi tetep ati2 kalo puitis banget gini takutnya ada yang baca bukan jadi inget ama isinya tapi malah inget sama yang buat… he he

    Komentar oleh khadiiqotul ilmi — Agustus 20, 2010 @ 7:13 am | Balas

  8. @ Khadiqoh : wew ada-ada aja neh komennya mas khadiqoh…. ^_^

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 20, 2010 @ 8:08 am | Balas

  9. Sudah 9 Ramadhan shaum dilalui
    Tak terasa begitu cepat
    Hingga tak ku inginkan ia berlalu begitu cepat

    Hampir-hampir mendekati Lailatul Qadar
    Tak terasa begitu dekat
    Hingga diri ini ingin cepat berlari mendekat

    Semoga meraih malam Lailatul Qadar pada Ramadhan ini
    Ammiiin

    Komentar oleh Syahrul Ramadhan — Agustus 20, 2010 @ 10:03 am | Balas

  10. Amiin
    semoga juga bang syahrul ramadhan seperti namanya,
    orangnya mampu banyak membawa keberkahan bagi sekelilingnya, Amiin

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 21, 2010 @ 7:01 am | Balas

  11. wah ini ya ndu kelanjutannya..keren banget, bener2 dah pandu sastarwan abis. keep up the good work bro🙂

    Komentar oleh Epi — Agustus 22, 2010 @ 2:41 am | Balas

  12. cakep pan, kirain otak kiri abis

    Komentar oleh dewi — Agustus 22, 2010 @ 3:11 pm | Balas

  13. @ Epi : Syukron Epi… ntar nyang Semangat ye bagiin buletinnye
    @ Mba Dewi : kan dari dulu Ipan emang cakep mba, wew… otak kanannya juga dilatih trus lho, apa perlu tanding PES sama Abi ‘Aid? he7x😀

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 23, 2010 @ 12:55 am | Balas

  14. Dari Abu Hu.airah dari Nabi saw. bersabda :
    “Apabila Allah mencintai hamba, maka Allah memanggil malaikat Jibril :
    “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia”. Maka Jibril mencintainya.
    Lalu Jibril memanggil penghuni langit dan berkata :
    “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia”
    Maka penghuni langitpun mencintainya,
    dan kemudian di bumi ia menjadi orang yang diterima”.
    Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

    “INNALLADZIINA AAMANUU WA ‘AMILUSH SHAALIHAATI SAYAJALULAHUMURRAHMAANU WUDDAA ”

    _Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh,
    Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati mereka) rasa kasih sayang_

    bagus ndu.. ^^
    Ruang-ruang kosong di AnNaba telah menanti tuuu.. =D

    Komentar oleh lisa — Agustus 23, 2010 @ 3:43 am | Balas

  15. Syukron ya Inong Lisa, Komennya juga bagus neh pake Dalil Naqli, hehe😀

    Komentar oleh kangpandoe — Agustus 23, 2010 @ 9:54 am | Balas

  16. Sudah banyak yang memuji tulisan kangpandoe di atas, tak elok kalo saya hanya menambah daftar pujian saja, hehe…
    Kalo boleh memberi masukan, untuk penulisan hadits semestinya tidak langsung dicantumkan riwayatnya, tetapi cukup diberi asterik (*), kemudian di bawah bisa disebutkan riwayat tersebut. Ini karena saya menganggap yang ditulis termasuk dalam katagori puisi. Tetapi bila dalam penulisan artikel biasa, saya sependapat bila langsung saja dituliskan riwayatnya pada hadits terkait.
    Demikian sekedar masukan. Mohon maaf baru sempat mengunjungi kangpandoe sekarang.
    Kalo boleh usul: alangkah baiknya Ramadhan yang akan datang giliran kangpandoe menerbitkan kumpulan puisi untuk dapat dinikmati bukan saja oleh interneter, tetapi juga oleh khalayak ramai.
    Salam.

    Dedhi Suharto

    Komentar oleh dedhi suharto — September 20, 2010 @ 4:44 am | Balas

  17. Terima kasih Pak Dedhi masukannya, saya baru tahu teknik penulisannya seperti itu ya, nice recommendation Pak

    Komentar oleh kangpandoe — September 21, 2010 @ 6:58 am | Balas

  18. NIce poet…bikinnya pas di kantor ya…🙂

    Komentar oleh Bagus Kusuma — Mei 3, 2011 @ 2:15 am | Balas

  19. iya Pak bikin pas dikantor, pas lagi stress nyiapin bahan EDRC Meeting, Economic Survey of Indonesia 2010

    Komentar oleh kangpandoe — Mei 3, 2011 @ 6:32 am | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: